Biaya Murah dan Ulasan Bagus di Google, Daycare Little Aresha Yogya Ternyata Kedok Penyiksaan Anak
Evan Saputra April 26, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM - Tergiur tarif murah hanya Rp1 juta per bulan, sejumlah orang tua di Yogyakarta justru mendapati buah hati mereka menjadi korban penyiksaan di daycare Little Aresha, Umbulharjo.

Meski pihak yayasan dan pengasuh awalnya dikenal sangat ramah dan lembut, kedok tersebut terbongkar setelah polisi menggerebek lokasi dan menemukan fakta mengerikan terkait balita yang diikat hingga mulutnya ditutup agar tangisannya tidak terdengar.

Namun, di balik harga miring itu, terungkap praktik tidak manusiawi di mana anak-anak mengalami kekerasan fisik dan trauma psikis mendalam, yang kini tengah ditangani oleh Polresta Yogyakarta.

Baca juga: Tabel KUR BRI April 2026: Pinjaman Rp 3 Juta - Rp 500 Juta Segini Angsurannya per Bulan

Seorang ayah bernama Aldewa menceritakan alasannya menitipkan sang anak ke tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Diketahui, Little Aresha tengah menjadi sorotan publik setelah polisi melakukan penggerebekan pada Jumat (24/2/2026).

Adapun penggerebekan dilakukan lantaran adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap anak yang dititipkan.

Ia menyebut harus membayar Rp1 juta per bulan untuk jasa penitipan tersebut.

Dia mengatakan anaknya yang saat ini telah berusia tiga tahun telah dititipkan ke daycare tersebut sejak 1,5 tahun lalu.

Selain itu, ia semakin percaya untuk menitipkan anaknya karena sikap dari ketua yayasan dan para pengasuh yang sopan dan lemah lembut saat bertemu dengannya.

"Ditambah Miss D (ketua yayasan) yang menyambut kami dan Miss lain (pengasuh) ketika mendaftar begitu sopan, halus, dan lemah lembut," tuturnya.

Mulut Ditutup

Tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta tengah viral. 

Pasalnya anak-anak di tempat penitipan itu disebut-sebut menerima penganiayaan dari pengasuhnya. 

Foto-foto kaki terikat viral di media sosial. 

Parahnya lagi ada anak yang luka hingga tangannya melepuh.

Polisi bahkan menyebut tindakan para pengasuh tak manusiawi. 

Hal ini dibongkar oleh seorang korban berinisial A.

A bercerita soal kekerasan yang diterimanya selama dititipkan di daycare Little Aresha kepada ibunya.

Ibu korban kemudian merekam pengakuan tersebut dan mengunggahnya ke media social, TikTok pada Sabtu (25/4/2026).

Di awal video, ibu A bertanya kepada balita perempuan tersebut terkait perlakuan pengasuh yang dipanggil dengan sebutan miss di daycare Little Aresha.

Mengejutkan, A mengaku kaki dan badannya diikat oleh pengasuh.

Tak cuma itu, mulut A juga ditutup agar tangisnnya tak terdengar.

"Waktu di sekolah diapain sama miss-nya?" tanya ibu korban.

"Ditaliin, kaki, badan, terus mulutnya ditutupin," jawab A.

"Biar apa ditutupin mulutnya?" tanya ibu korban.

"Biar gak nangis, biar mama enggak dengar aku nangis," kata A.

Pengakuan A sejalan dengan pernyataan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian.

Rizky Adrian, mengungkapkan saat menggerebek daycare Little Aresha, ia menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi tersebut.

“Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” tegas Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Polisi yang menerima laporan telah melakukan penggerebekan daycare tersebut, lalu menutup operasional dengan memasang police line untuk keperluan penyelidikan.

Salah satu wali murid berinisial HF, tak menyangka bahwa para pengasuh daycare tersebut bertindak keji kepada anak-anak.

Baca juga: Harga Kondom Naik: Dampak Perang Iran dan Kepanikan Warga China hingga Borong Stok

Dia sempat menitipkan keponakannya yang berusia 3,5 tahun.

Sejak awal HF telah menaruh curiga bahwa ada hal yang tidak biasa muncul pada diri keponakannya.

Anak tersebut menunjukkan gelagat ketakutan setiap mau berangkat.

"Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, enggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana," jelasnya, saat ditemui Jumat malam (24/4/2026).

Baca juga: VIRAL Pengendara Tantang Polisi Saat Ditilang karena Tak Pakai Helm hingga Ngaku Punya Bekingan

Karena anak merasa ketakutan, kemudian pihak keluarga sampai harus melakukan berbagai cara untuk membujuknya termasuk membelikannya mainan atau makanan kesukaan supaya bersedia dititipkan.

Meski sudah diajak berkeliling dan dibelikan mainan, HF menyebut keponakannya tetap tidak mau dititipkan ke daycare tersebut.

Belakangan diketahui bahwa alasan keponakannya ketakutan lantaran beberapa oknum pengasuhnya galak dan menjurus pada dugaan tindakan kriminal.

"Katanya miss-nya (guru) galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar," tambahnya. 

Kecurigaan keluarga semakin memuncak setelah mendengar kabar yang beredar mengenai adanya kekerasan fisik yang dialami oleh anak-anak lain di tempat tersebut. 

HF menyebut, dirinya mendapatkan informasi bahwa ada anak yang diduga sempat diikat tangannya oleh oknum di penitipan anak tersebut.

"Saya langsung konfirmasi ke kakak saya yang di Jayapura, ternyata memang ada kabar medsos seperti itu. Pantas saja dulu keponakan saya traumanya luar biasa," lanjutnya. 

Meski pada keponakannya sendiri tidak ditemukan luka lebam secara fisik, namun HF menyebut jika secara psikis anak tersebut mengalami trauma mendalam. 

Alasan keamanan dan kemudahan pantauan keluarga akhirnya membuat pihak keluarga memindahkan sang keponakan ke sekolah lain di daerah Rejowinangun. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.