Pesona Pulau Penyamuk, Surga Tersembunyi di Belitung Timur untuk Liburan Privat
Asmadi Pandapotan Siregar April 26, 2026 04:24 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Debur ombak dan hamparan pasir putih tanpa jejak menyambut setiap langkah di Pulau Penyamuk, sebuah pulau kecil di perairan Manggar, Kabupaten Belitung Timur ( Beltim ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ). Suasana sunyi tanpa hiruk-pikuk perkotaan menjadikan pulau ini sebagai destinasi alternatif bagi pencinta wisata alam.

Tidak ada aliran listrik, tidak ada kendaraan, bahkan tidak tersedia fasilitas penginapan. Namun justru kesederhanaan itulah yang menjadi daya tarik utama Pulau Penyamuk.

Bagi Herkoles (25), pulau ini menjadi destinasi rutin untuk berlibur bersama keluarga. Setiap tahun, ia dan keluarganya menyempatkan diri kembali ke alam dengan berkemah dan memancing.

"Kalau di Pulau Penyamuk itu, kami sekeluarga liburan itu memancing. Ini sudah menjadi rutinitas kami setiap tahun bareng keluarga, entah itu ke Pulau Penyamuk atau pulau-pulau terdekat lainnya seperti Pulau Tengah, Pulau Pahat, dan Pulau Nangka," ujar Herkoles.

Perjalanan Herkoles dimulai dari Dermaga Malang Lepau di Desa Burong Mandi, Kecamatan Damar. Menyewa sebuah perahu nelayan berukuran sedang, Herkoles harus menempuh waktu sekitar dua jam membelah lautan.

Untuk pergi ke sana, Herkoles mengatakan biaya yang dikeluarkan memang tidak sedikit. Untuk perahu ukuran besar harus merogoh kocek sekitar Rp2,8 juta, sementara untuk ukuran sedang berada di angka Rp2 juta. 

Namun, Herkoles mengatakan angka tersebut sudah mencakup biaya antar-jemput hingga kembali ke daratan, cukup sepadan dengan apa yang didapatkan.

PERMATA TERSEMBUNYI - Penampakan Pulau Penyamuk yang diambil dari ketinggian di perairan Belitung Timur, Minggu (26/4/2026). Pulau tak berpenghuni ini bisa menjadi destinasi favorit wisatawan untuk melakukan aktivitas berkemah, memancing, hingga bermain paddle board karena keasrian ekosistemnya yang masih terjaga serta menawarkan ketenangan jauh dari aktivitas perkotaan.
PERMATA TERSEMBUNYI - Penampakan Pulau Penyamuk yang diambil dari ketinggian di perairan Belitung Timur, Minggu (26/4/2026). Pulau tak berpenghuni ini bisa menjadi destinasi favorit wisatawan untuk melakukan aktivitas berkemah, memancing, hingga bermain paddle board karena keasrian ekosistemnya yang masih terjaga serta menawarkan ketenangan jauh dari aktivitas perkotaan. (Istimewa/ dok Herkoles)

Begitu perahu merapat ke bibir pantai, Herkoles dan keluarganya segera menurunkan perbekalan. Mereka membawa tenda, peralatan memasak, air bersih, hingga alat pancing berkemah selama tiga hari dua malam.

Hal yang pertama mereka lakukan adalah mendirikan tenda. Di Pulau Penyamuk, mereka benar-benar harus mandiri. Tanpa ada warung apalagi penginapan, kemampuan untuk bertahan hidup benar-benar diuji.

"Aktivitasnya memancing dan mengeksplorasi keindahan pulau yang masih alami ini. Cocok sekali untuk sekadar healing atau bagi yang ingin merasakan suasana berbeda di pulau yang tidak ada penghuninya," ucapnya.

Menariknya, liburan kali ini Herkoles membawa sesuatu yang berbeda, yaitu paddle board. Di atas papan dayung tersebut, ia mencoba mengelilingi garis pantai Pulau Penyamuk yang tenang.

Air yang jernih membuat pandangan matanya bisa menembus hingga ke dasar laut yang dipenuhi terumbu karang.

"Kemarin kebetulan kami bawa *paddle*. Jadi kami mencoba aktivitas mengelilingi Pulau Penyamuk menggunakan *paddle*. Dan di situ sangat menarik, kami mengeksplorasi dan bertemu dengan penyu," ungkap Herkoles.

Momen bertemu penyu saat mendayung di perairan Penyamuk menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi keluarganya.

PERMATA TERSEMBUNYI - Penampakan Pulau Penyamuk yang diambil dari ketinggian di perairan Belitung Timur, Minggu (26/4/2026). Pulau tak berpenghuni ini bisa menjadi destinasi favorit wisatawan untuk melakukan aktivitas berkemah, memancing, hingga bermain paddle board karena keasrian ekosistemnya yang masih terjaga serta menawarkan ketenangan jauh dari aktivitas perkotaan.
PERMATA TERSEMBUNYI - Penampakan Pulau Penyamuk yang diambil dari ketinggian di perairan Belitung Timur, Minggu (26/4/2026). Pulau tak berpenghuni ini bisa menjadi destinasi favorit wisatawan untuk melakukan aktivitas berkemah, memancing, hingga bermain paddle board karena keasrian ekosistemnya yang masih terjaga serta menawarkan ketenangan jauh dari aktivitas perkotaan. (Istimewa/ dok Herkoles)

"Pulau-pulau seperti Lengkuas mungkin sudah sangat banyak dikunjungi wisatawan, tapi Penyamuk adalah alternatif bagi mereka yang ingin merasakan suasana privat. Benar-benar tidak ada aktivitas ramai orang di sini," tambahnya.

Keluarga Herkoles juga sering menyempatkan diri untuk berjalan kaki mengelilingi pulau saat air laut surut. Keberadaan pulau-pulau pendamping seperti Pulau Tengah dan Pulau Pahat yang letaknya berdekatan juga memberikan pilihan bagi mereka untuk berpindah-pindah spot memancing.

Meski fasilitas di pulau ini bisa dibilang tidak ada, justru itulah yang menjadi daya tarik utamanya. Ketiadaan ini justru menjaga ekosistem pulau tetap asri dan menjauhkan tangan-tangan jahil.

Herkoles menyadari potensi wisata bahari di Belitung Timur sangatlah luas. Namun, ia juga berharap agar keasrian pulau-pulau kecil seperti Penyamuk tetap terjaga meskipun nantinya mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan luar.

"Pariwisata bahari tidak hanya soal pantai yang sudah punya nama besar. Tapi bagaimana kita bisa menikmati alam dengan cara yang lebih personal seperti ini," tutupnya.

Bagi siapapun yang merindukan suasana petualangan murni, Pulau Penyamuk adalah jawabannya. Sebuah pulau kecil di peta Belitung Timur yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan, namun sebuah pengalaman untuk kembali mencintai alam apa adanya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.