TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Guna penanggulangan karthutla yang biasanya terjadi pada musim kemarau, Pemkab Banyuasin sudah membentuk sebanyak 153 desa siaga tangguh bencana karhutla.
Hal ini, disamapikan Bupati Banyuasin Dr H Askolani, Minggu (26/4/2026).
Menurut Askolani, Pemkab Banyuasin kini memperketat pengawasan di wilayah-wilayah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjelang masuknya musim kemarau pada bulan Mei hingga Juli mendatang.
"Dampak fenomena El Nino kategori moderat hingga kuat ini akan memperparah musim kemarau. Dari sini, Pemkab Banyuasin sudah mulai melaksanakan berbagai antisipasi termasuk membentuk 153 desa tangguh bencana karhutla," kata Askolani.
Baca juga: Sinergi Kementan dan Kementerian ESDM dorong Pertanian Modern, Groundbreaking SPBP di Banyuasin
Baca juga: Warisan Turun Menurun, Merah Mata Banyuasin Jadi Sentra Tape Singkong, Pemasok Utama ke Palembang
Kabupaten Banyuasin memiliki tantangan khusus dalam menghadapi cuaca ekstrem kedepan. Menurut Askolani, karena wilayah Banyuasin memiliki lahan gambut terluas kedua di Sumsel. Dari itulaah, Pemkab Banyuasin sudah membentuk 153 desa tangguh karhutla.
Satuan tugas ini, melibatkan masyarakat lokal dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tiap kecamatan agar siaga setiap saat nila muncul titik api. Ketika muncull titik api, bisa langsung dilakukan penanganan dan tidakk menyebar.
“Pencegahan adalah langkah paling murah. Saya mendorong aparat hingga tingkat desa untuk membangun kesadaran agar membakar lahan tidak lagi menjadi kebiasaan,” pungkasnya.