TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat wilayahnya kerap mengalami gempa bumi berskala kecil dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, Dodo Kusnadi, menyebut frekuensi gempa kecil tersebut cukup tinggi, bahkan bisa terjadi hingga 7 sampai 8 kali dalam sebulan.
"Dalam sebulan itu bisa terjadi 7 sampai 8 kali gempa kecil. Bahkan pada Februari lalu tercatat hingga 20 kali kejadian," ujar Dodo dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Minggu (26/4/2026) siang.
Hal tersebut mengacu pada data yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya, gempa-gempa kecil tersebut sejauh ini tidak menimbulkan dampak berarti bagi masyarakat.
Tidak ada laporan kerusakan rumah maupun infrastruktur, karena kekuatannya relatif rendah.
Baca juga: Pakar ITB: Karakter Gempa Bumi Sulawesi Utara Berbeda dengan Megathrust Selatan Jawa
"Karena skalanya kecil, jadi tidak terlalu berdampak. Tidak ada laporan rumah warga yang terdampak," katanya.
Meski demikian, Pangandaran termasuk wilayah yang memiliki potensi bencana besar, termasuk ancaman tsunami hingga megathrust.
Bahkan, dalam sejumlah kajian, tinggi gelombang tsunami di kawasan ini diperkirakan bisa mencapai hingga 14 meter.
Dodo berharap, meningkatnya aktivitas gempa kecil tersebut dapat mengurangi akumulasi energi tektonik yang berpotensi memicu gempa besar.
"Kami harap, dengan seringnya terjadi gempa kecil ini bisa mengurangi potensi gempa berkekuatan besar, termasuk risiko megathrust," ucap Dodo.
Meskipun demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di wilayah pesisir. *