Bina Remaja GMIM, Renungan 26 April-2 Mei 2026, Mengasihi dengan Perbuatan dan dalam Kebenaran
Chintya Rantung April 26, 2026 07:52 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bina Remaja GMIM, renungan dalam sepekan mulai 26 April - 2 Mei 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Yohanes 3:11-18.

Tema perenungan adalah Mengasihi dengan Perbuatan dan dalam Kebenaran.

Khotbah:

Coba tanyakan 3 hal ini pada dirimu, lalu jawab dengan jujur: 

1. Adakah orang yang sangat ku kasihi? 

2. Adakah aku menyimpan iri dan benci pada orang lain? 

3. Perbuatan-perbuatanku menunjukkan kasih atau kebencian? 

Setiap orang pasti punya alasan dibalik setiap perbuatannya. Entah itu mengasihi atau membenci.

Namun, apapun alasan itu, Tuhan tidak membenarkan setiap perbuatan yang membenci orang lain. Sebagai gantinya, Ia memerintahkan setiap orang untuk mengasihi sesamanya.

Artinya, mengasihi itu bukan pilihan melainkan perintah untuk dilakukan orang percaya. 

Mengapa demikian? Sebab Allah lebih dulu mengasihi kita, bahkan karena kasih, IA memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa manusia. 

Kasih yang diberikan Tuhan itulah yang diperintahkan-Nya supaya kita berikan pada orang lain. Dengan kata lain, saat kita mengasihi, kita sedang tneneruskan kasih Allah pada sesama.

Sebaliknya, ketika kita membenci, kita gagal melanjutkan kasih itu. Gagal mengasihi bukan tanda kita tidak mampu, tetapi bukti kita tidak mau taat. Hal itu melahirkan dosa. 

Kain adalah contoh buruk. Iri dan cemburu membuat dia membunuh Habel, adiknya.

Bukan karena dia tidak mampu mengasihi, tetapi dia memilih untuk mengikuti kemarahannya dan menolak taat pada perintah Tuhan.

Mengikuti rasa iri dan cemburu membuat Kain tidak bisa membedakan mana yang baik dan jahat.

Ia terdorong untuk melakukan dosa yang pada akhirnya mencelakakan dirinya sendiri. 

Penulis Surat I Yoh sedang menasihati jemaat yang dilayaninya.

Ia mengutip perintah Tuhan Yesus tentang mengasihi sesama, juga menceritakan kembali kegagalan Kain, untuk mengingatkan jemaat bahwa iman dan moral adalah yang tidak bisa dipisahkan.

Sebab muncul penyesatan dalam jemaat dengan mengajarkan bahwa tubuh, roh dan jiwa terpisah dan tidak berkaitan. jadi, iman dan moral juga demikian.

Orang bisa menjadi beriman asalkan mengaku percaya Yesus, meski tubuhnya melakukan dosa. Pemikiran ini sesat dan jahat.

Orang tidak menjadi pengikut Yesus hanya karena mengaku percaya, melainkan juga dengan taat dan setia pada--Nya.

Yak 2:17 mengingatkan "iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati". 

Hari-hari ini, ada saja hal yang dengan mudah membuat kita jatuh dalam dosa.

Entah karena marah atas sikap orang pada kita, iri dan cemburu karena keberhasilan orang lain, sombong karena kelebihan diri, gosip untuk menjatuhkan orang, mem-bully teman, membenci, menyerah karena tekanan, dan banyak lagi yang lain.

Semua ini mungkin terdengar seperti alasan kuat untuk berbuat salah, tapi apapun itu, Tuhan memanggil kita untuk jadi pribadi penuh kasih yang dapat melanjutkan kasih Tuhan pada sesama.

Kasih yang bukan hanya dalam kata-kata tetapi ditunjukkan dengan perbuatan nyata.

Kasih yang tidak pura-pura, tidak munafik, tidak setengah hati, melainkan yang tulus, jujur, benar, mengikuti cara Tuhan Yesus mengasihi. 

1. Lakukan beberapa hal ini, Tolak rasa benci. Entah karena disakiti ataupun karena iri/cemburu. Jangan biarkan logika memberi kita alasan untuk melakukannya, atau hati menyimpan kepahitan karena dendam. Lepaskan pengampunan. Ampuni saja. 

2. Praktekkan kasih. Hibur yang sedih, kuatkan yang lemah, bergembira dengan yang berhasil, dukung yang sedang berjuang, jadilah pribadi yang positif. 

Hidup dalam kebenaran. Bangun relasi kuat dengan Tuhan Yesus. Tekun ibadah, lakukan perintah

3. Tuhan, tempatkan diri di lingkungan yang sehat. Hidup beriman tidak dihasilkan otomatis karena kita terlahir di keluarga kristen.

Hidup beriman tumbuh dan menghasilkan buah karena kita mau jadi murid Tuhan Yesus yang percaya dan taat pada-Nya dengan setia. Amin.

Sumber: Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM edisi April - Mei 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.