Kenaikan Harga BBM Non-subsidi Bikin Sopir Truk dan Pengendara Mobil di Manado Putar Otak
Isvara Savitri April 26, 2026 07:52 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi berdampak langsung pada para pengguna kendaraan, baik sopir angkutan barang maupun pengendara pribadi. 

Mereka kini harus mencari cara agar tetap bisa beraktivitas tanpa mengalami kerugian.

Seorang sopir truk di Manado, Renaldy, mengaku lebih memilih menggunakan solar subsidi demi menekan biaya operasional. 

Bahkan sebelum kenaikan harga, kondisi usaha sudah cukup berat.

“Kami ini pakai solar subsidi, tidak ada yang pakai BBM non-subsidi. Karena mahal, dulu sebelum harga naik saja sudah mahal apalagi sekarang,” ujarnya ketika ditemui di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tanjung Batu, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (26/4/2026).

Renaldy sendiri pernah beberapa kali menggunakan BBM non-subsidi seperti Dexlite, namun hanya dalam kondisi tertentu. 

Hal itu dilakukan ketika waktu pengiriman mendesak dan antrean solar subsidi terlalu panjang.

Antrean Solar di SPBU Kolongan Minut
Antrean Solar di SPBU Kolongan Minut (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

“Pernah sih sesekali pakai BBM non-subsidi karena waktu itu kejar waktu, tidak mungkin antre lama. Tapi itu sesekali saja karena memang lebih mahal,” jelasnya.

Dengan harga BBM non-subsidi yang kini semakin tinggi, pilihan tersebut semakin tidak masuk akal secara ekonomi.

“Kalau sekarang mungkin tidak mau pakai lagi, mending antre karena naiknya sudah jauh sekali. Bisa-bisa tidak untung,” tambahnya.

Sementara itu pengendara mobil pribadi, Kyfen, juga mulai mempertimbangkan perubahan dalam penggunaan BBM. 

Ia mengaku biasanya menggunakan Dexlite, namun kini mulai berpikir untuk beralih karena faktor harga.

“Biasa beli Dexlite, cuma karena harga sekarang sudah naik jauh sekali mungkin pertimbangkan untuk gantian (menggunakan solar subsidi),” katanya.

Meski demikian, Kyfen tetap berhati-hati dalam memilih BBM. 

Baca juga: Cewek Manado Inggrid Fatika Sari Fokus Pendidikan dan Pengembangan Diri

Baca juga: Beberapa Daerah di Sulawesi Utara Diprediksi Alami Cuaca Ekstrem Pekan Depan

Ia khawatir penggunaan solar subsidi dapat berdampak pada performa mesin kendaraan pribadinya.

“Kalau pakai solar subsidi takutnya mesin cepat rusak,” ungkapnya.

Sebagai alternatif, Kyfen bahkan mulai mengurangi penggunaan mobil dan beralih ke kendaraan roda dua untuk efisiensi.

“Kalau tidak ada keperluan yang mengharuskan pakai mobil, sekarang saya lebih memilih pakai motor. Lebih cepat, lebih irit juga,” tuturnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.