SURYA.co.id, SURABAYA — Pemkot Surabaya memastikan akan ada penambahan koleksi satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Melalui kerja sama internasional dengan Jepang, program ini merupakan bagian dari skema pertukaran satwa yang saat ini tengah dipersiapkan secara teknis.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kerja sama tersebut telah memasuki tahap penandatanganan dengan pihak Jepang.
Ia menyebut masyarakat tinggal menunggu realisasi kedatangan satwa baru di KBS.
“Ada kita juga ada pertukaran binatang ya. Karena kita sudah tanda tangan dengan Jepang sehingga nanti tinggal tunggu saja di Surabaya, insyaallah ada satwa baru,” kata Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (26/4/2026).
Baca juga: Usut Korupsi Kebun Binatang Surabaya, Kejati Jatim Sita Barang Bukti dari Ruang Direksi KBS
Meski demikian, pihak KBS belum dalam mengungkap jenis satwa yang akan didatangkan. Manajemen KBS memilih menahan informasi tersebut hingga waktu pengenalan resmi kepada publik.
Direktur Operasional Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Nurika Widyasanti, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan satwa baru itu dapat diperkenalkan pada akhir Mei 2026.
“Untuk jenis dan spesiesnya akan kami sampaikan nanti. Namun, kami targetkan diperkenalkan pada akhir April,” ujarnya.
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang, yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait perlindungan dan konservasi satwa liar.
Dalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat mengembangkan program breeding loan, termasuk untuk satwa endemik seperti Komodo.
Baca juga: Lowongan Direksi KBS Resmi Dibuka Lagi, Pemkot Surabaya Cari Profesional Berintegritas
Program ini tidak hanya mencakup pertukaran satwa, tetapi juga bertujuan memperkuat upaya pelestarian, penelitian, serta edukasi publik mengenai pentingnya keanekaragaman hayati.
Selain itu, kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan diplomasi konservasi atau green diplomacy Indonesia di tingkat global.
Pemerintah menilai kolaborasi lintas negara penting untuk menjaga keberlangsungan spesies langka sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat internasional.
Implementasi program akan melibatkan lembaga konservasi dari kedua pihak, termasuk KBS dan lembaga di Jepang seperti iZoo.
Seluruh proses, mulai dari pemeliharaan, pengiriman, hingga pengawasan satwa, akan dilakukan sesuai standar internasional dan mengacu pada ketentuan CITES.
Melalui kerja sama ini, KBS diharapkan tidak hanya menambah koleksi satwa, tetapi juga memperkuat perannya sebagai lembaga konservasi dan edukasi.
Kehadiran satwa baru nantinya diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.