SURYA.CO.ID KEDIRI - Untuk pertama kalinya, kontes ikan molly digelar di Kabupaten Kediri dan langsung menyedot perhatian peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kediri ke-1222 dan juga Kediri Aquatic yang dipusatkan di kawasan sentra PKL Pasar Ikan Hias SLG.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nurhafid menjelaskan bahwa kontes ini merupakan upaya untuk menggairahkan kembali potensi budidaya ikan hias, khususnya molly, di wilayah Kediri.
"Ini pertama kalinya kontes ikan molly digelar di Kediri. Tujuan utamanya untuk membangkitkan kembali gairah budidaya ikan molly, karena potensi di daerah kita sebenarnya cukup besar," katanya saat ditemui di lokasi, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, selama ini produksi ikan molly di Kabupaten Kediri masih belum optimal, meskipun memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
Baca juga: Sukseskan Ketahanan Pangan, Pemkab dan Kejari Pasuruan Bekerjasama Budidayakan Ikan Bandeng
Dalam setahun, produksi ikan molly di Kediri mencapai sekitar 13 juta ekor dengan nilai ekonomi hingga rp 26 miliar.
Melalui kontes ini, pihaknya berharap mampu mendorong para pembudidaya, terutama generasi muda, untuk lebih serius mengembangkan usaha ikan hias tersebut.
"Kontes ini bukan sekadar ajang lomba, tapi juga sarana promosi dan motivasi. Dengan lahan sempit pun, budidaya molly bisa menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan," jelas Nurhafid.
Pihaknya menambahkan, sebelumnya Dinas Perikanan juga telah membentuk komunitas pecinta molly bernama Kediri Molly Club sebagai wadah bagi para penghobi dan pembudidaya.
"Komunitas ini kita bentuk untuk mendukung ekosistemnya. Ke depan, kontes seperti ini akan terus kita dorong agar lebih berkembang," imbuhnya.
Baca juga: Hobi Pelihara Ikan Koi Kini Jadi Hoki, Rizal Kantongi Rp5 Juta Perhari
Dalam kontes perdana ini, tercatat sebanyak 310 ikan molly dilombakan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Jakarta hingga Ternate.
Tingginya partisipasi ini menunjukkan antusiasme yang besar dari para penghobi ikan hias.
Selain molly, dalam rangkaian kegiatan juga digelar kontes ikan cupang dengan jumlah peserta mencapai 257 ekor.
Penilaian dalam kontes molly meliputi beberapa aspek, di antaranya bentuk tubuh, warna, serta kesehatan ikan.
Kriteria tersebut menjadi standar utama dalam menentukan kualitas ikan hias yang dilombakan.
Nurhafid menegaskan, dalam kontes ikan hias, nilai utama bukan hanya pada hadiah yang diperoleh pemenang, melainkan peningkatan nilai jual ikan tersebut di pasaran.
"Biasanya, ikan yang menang kontes akan naik nilai jualnya. Itu yang menjadi daya tarik utama bagi para peserta," terangnya.
Untuk pemenang, panitia menyiapkan hadiah berupa trofi, piagam, serta uang pembinaan. Penilaian dilakukan hingga siang hari, dengan pembagian hadiah dijadwalkan sekitar pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, Ketua Kediri Molly Club, Gilang Dwi menyampaikan bahwa kontes kali ini mempertandingkan 10 kategori dengan berbagai ukuran ikan, mulai dari ukuran kecil hingga besar.
"Total ada 10 kategori yang dilombakan hari ini. Pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, jadi persaingannya cukup ketat," ungkapnya.
Gilang juga menyebut, saat ini anggota Kediri Molly Club masih terbatas, yakni sekitar 10 orang. Namun dengan adanya kontes ini, diharapkan jumlah anggota dan minat masyarakat terhadap budidaya molly akan terus meningkat.
"Harapannya, setelah event ini, semakin banyak masyarakat Kediri yang tertarik membudidayakan ikan molly," harapnya.