TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Duka mendalam menyelimuti warga Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Seorang remaja asal desa tersebut, Diva Maelisa (15) meninggal di Jakarta.
Diva meninggal karena diduga terjatuh dari lantai empat sebuah apartemen di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Pikap Tiba-tiba Hilang Kendali di Jalur Menikung Pantura Batang, Terbalik usai Tabrak Median
Di balik kepulangan jenazah Diva ke kampung halaman, tersimpan juga kisah perjuangan panjang penuh haru dari aparat desa dan relawan perantau Batang di ibu kota.
Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto menjadi salah satu orang yang turun langsung menjemput jenazah Diva di Jakarta.
Begitu menerima kabar duka pada Jumat (24/4/2026) siang, dia beserta pihak keluarga dan tim berangkat ke Jakarta menggunakan mobil ambulans.
“Keluarga meminta kami datang untuk memastikan kondisi korban. Setelah dipastikan meninggal, kami langsung bergerak ke Jakarta,” kata Siam kepada Tribunjateng.com, Minggu (26/4/2026).
Perjalanan itu ternyata tidak mudah. Rombongan tiba di Jakarta pada Sabtu (25/4/2026) sekira pukul 03.00 dalam kondisi minim informasi.
Mereka bahkan sempat kebingungan menentukan lokasi dan prosedur pengambilan jenazah.
Di tengah situasi tersebut, bantuan datang dari komunitas perantau asal Batang yang berada di Jakarta.
Mereka membantu menghubungkan berbagai kebutuhan administrasi hingga mengarahkan proses penjemputan jenazah.
Tak hanya itu, aparat dari Polres Metro Jakarta Pusat juga disebut aktif memberikan pendampingan selama proses berlangsung.
“Dari proses di rumah sakit sampai pemulasaraan jenazah semua diarahkan,” ungkapnya.
Kisah solidaritas itu menjadi sorotan tersendiri di tengah tragedi yang menimpa remaja tersebut.
Menurut Siam, dukungan dari sesama warga Batang di perantauan sangat membantu keluarga korban yang sedang terpukul.
Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Polisi Ungkap Ada Motif Ekonomi
Sementara terkait penyebab kejadian, pihak desa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang masih melakukan penyelidikan.
Diva diduga terjatuh dari lantai empat sebuah apartemen di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Saat kejadian, korban diketahui tidak sendirian.
“Ada dua orang di lokasi. Diva meninggal, sedangkan satu orang lainnya mengalami patah tangan dan tulang ekor,” jelasnya.
Korban diketahui baru beberapa bulan bekerja di Jakarta.
Setelah sempat pulang saat Lebaran, Diva kembali merantau dan baru sekira sepekan bekerja di lokasi terakhir sebelum tragedi terjadi.
Minimnya informasi juga menjadi kendala dalam penelusuran kejadian.
Menurut Siam, korban tidak membawa telepon genggam maupun identitas saat ditemukan.
“Kami juga kesulitan menelusuri komunikasi terakhir korban karena saat kejadian dia tidak membawa HP,” tuturnya.
Kini jenazah Diva telah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. (*)