Zulhas Minta Masalah MBG Langsung Dilaporkan ke SPPG, Tidak Perlu Jadi Konten
Rita Noor Shobah April 26, 2026 06:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), melakukan inspeksi mendadak ke Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan ini bertujuan memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar tersalurkan dengan kualitas yang sesuai standar.

Program MBG adalah inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi siswa sekolah, guna mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah masalah gizi.

Baca juga: Pilu Curhatan Uya Kuya: Rumah Dijarah, Kini Difitnah Punya 750 Dapur MBG, Mau Apa Lagi dari Saya?

Dalam peninjauan di MAN 2 dan SMAN 1 Probolinggo, Zulhas menegaskan sekolah memiliki kewenangan penuh menolak kiriman makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika tidak memenuhi standar gizi, kebersihan, atau keamanan.

“Jika ada makanan yang tidak layak, langsung tolak! Laporkan ke SPPG. Kalau pelanggaran terjadi sampai tiga kali, operasional penyedia layanan akan langsung kami hentikan,” ujarnya di hadapan guru dan staf sekolah.

Jangan Langsung Dijadikan Konten

Menariknya, Zulhas juga memberikan pesan khusus terkait etika digital. 

Dia meminta pihak sekolah untuk tidak terburu-buru mengunggah temuan makanan bermasalah ke media sosial.

Menurut dia, koordinasi langsung jauh lebih efektif untuk perbaikan kualitas daripada sekadar menjadikannya konten viral.

"Tidak perlu jadi konten. Sampaikan langsung permasalahannya agar segera diperbaiki demi gizi anak-anak kita," ujarnya.

Baca juga: Viral Pernyataan Ibnu Saud di Nunukan, Kritik Program MBG Diminta Tak Disampaikan di Media Sosial

Zero Waste

Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, yang mendampingi kunjungan tersebut memastikan bahwa pemerintah kota (Pemkot) tidak main-main dalam mengawal program ini.

Selain pengawasan ketat terhadap risiko keracunan makanan melalui SOP yang solid, Pemkot juga mulai menerapkan konsep zero waste.

“Limbah organik dari dapur penyedia makanan akan kita olah kembali menjadi pakan ternak. Jadi, program ini sehat untuk siswa dan sehat juga untuk lingkungan,” pungkas Dokter Aminuddin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.