Efisiensi Buruh Industri Plastik Sukoharjo Imbas Konflik Global : Jam Kerja Dipangkas Lembur Dihapus
Putradi Pamungkas April 26, 2026 07:30 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai memberikan efek domino terhadap sektor industri di Indonesia.

Salah satu yang paling terdampak adalah industri plastik di Kabupaten Sukoharjo, yang kini mulai menerapkan efisiensi tenaga kerja akibat lonjakan harga bahan baku.

Sejumlah perusahaan industri plastik di wilayah tersebut dilaporkan melakukan penyesuaian operasional untuk menekan biaya produksi.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas kerja buruh, mulai dari pembatasan jam kerja hingga penghapusan lembur.

Ketua Serikat Buruh Sukoharjo, Sukarno, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kenaikan harga bahan baku plastik yang cukup signifikan dan berdampak pada operasional perusahaan.

“Untuk sementara ini yang kami terima memang benar harga plastik sedang naik. Perusahaan di industri plastik banyak yang melakukan efisiensi, otomatis mengurangi aktivitas karyawan atau buruh. Misalnya jam kerja dibatasi, bahkan lembur juga ditiadakan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

EFISIENSI - Ketua Forum Peduli Buruh Sukoharjo, Sukarno saat ditemui, beberapa waktu lalu. Sejumlah perusahaan industri plastik di wilayah Sukuharjo dilaporkan melakukan penyesuaian operasional untuk menekan biaya produksi.
EFISIENSI - Ketua Forum Peduli Buruh Sukoharjo, Sukarno saat ditemui, beberapa waktu lalu. Sejumlah perusahaan industri plastik di wilayah Sukuharjo dilaporkan melakukan penyesuaian operasional untuk menekan biaya produksi. (TribunSolo.com/Anang Ma'ruf)

Dampak Langsung ke Pendapatan Buruh

Menurut Sukarno, kebijakan efisiensi tersebut memberikan dampak langsung terhadap pendapatan para pekerja. Berkurangnya jam kerja dan ditiadakannya lembur membuat penghasilan buruh ikut tertekan di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.

Ia menilai kondisi ini cukup memprihatinkan, terutama bagi buruh yang menggantungkan pendapatan dari jam kerja tambahan.

Puluhan Buruh Terdampak Efisiensi

Sukarno juga menyebutkan bahwa di Kabupaten Sukoharjo sendiri sudah ada sejumlah perusahaan industri plastik yang mulai menerapkan kebijakan efisiensi tenaga kerja.

Meski data pasti jumlah buruh yang terdampak belum dapat dipastikan, pihaknya memperkirakan sudah ada puluhan pekerja yang merasakan dampaknya secara langsung.

“Beberapa perusahaan industri plastik di Sukoharjo sudah mulai melakukan efisiensi. Untuk jumlah totalnya memang belum pasti, tapi sudah ada puluhan karyawan yang terdampak,” tambahnya.

Baca juga: Bahan Baku Naik, Buruh Industri Plastik di Sukoharjo Terhimpit: Kebutuhan Naik Gaji Turun

Harapan Buruh ke Pemerintah

Di tengah situasi tersebut, para buruh berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk meredam dampak gejolak global.

Harapan utama mereka adalah stabilitas harga bahan baku plastik serta perlindungan terhadap keberlangsungan tenaga kerja di sektor industri.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.