Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Tokoh-tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Aceh Singkil, diminta ditabalkan jadi nama jalan dan gedung.
Hal itu menjadi salah satu rekomendasi diskusi publik napak tilas melawan lupa sejarah perjuangan pemekaran Kabupaten Aceh Singkil.
Napak tilas dihadiri tokoh Aceh Singkil, yang terlibat dalam pemekaran daerah itu, Sabtu (25/4/2026).
Tokoh tersebut antara lain H Asmauddin, H Ismail Saleh Lubis, Ahmad Yani, Abdi Suka, Drs H Syamsuddin Rizadz, dan Ali Hazmi Tomy.
Baca juga: Sesepuh “Turun Gunung”, Bongkar Sejarah Pemekaran Aceh Singkil
Secara keseluruhan ada 10 rekomendasi dalam diskusi yang dipandu duet moderator Wanhar Lingga dan Hairun Mahulae.
Rekomendasi itu akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil.
Sebagai berikut:
1. Setiap tahun menjelang hari jadi Kabupaten Aceh Singkil menggelar ziarah, zikir dan doa bersama kepada pejuang pemekaran Aceh Singkil.
2. Membuat dan menabalkan nama-nama tokoh pejuang pemekaran Aceh Singkil pada jalan, gedung dan lain-lain dalam bentuk qanun atau regulasi lainnya.
3. Menyelenggarakan urun rembuk, workshop dan seminar tentang napak tilas melawan lupa sejarah perjuangan pemekaran Kabupaten Aceh Singkil.
4. Memberikan penghargaan kepada para tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Aceh Singkil.
5. Mencari tahu, menggali, dan melacak semua dokumen klausal dan SK serta regulasi yang berkaitan dengan sejarah pemekaran Kabupaten Aceh Singkil.
6. Membuat tim napak tilas melawan lupa sejarah perjuangan Kabupaten Aceh Singkil.
7. Menelusuri profil dan peran tokoh-tokoh perjuangan pemekaran Kabupaten Aceh Singkil.
8. Tidak mengulangi lagi dan menghilangkan sekat-sekat budaya, politik dan sosial di Aceh Singkil.
9. Menyusun buku sejarah perjuangan pemekaran Kabupaten Aceh Singkil yang komprehensif tahap-tahap sejarah, tokoh dari Singkil, Aceh Selatan, Banda Aceh, Jakarta dan daerah lain yang didanai dari APBK Aceh Singkil.
10. Lahirnya Kabupaten Aceh Singkil berkat doa dan perjuangan bersama seluruh komponen masyarakat Pembantu Bupati Aceh Selatan wilayah Singkil.
Sebelumnya Ketua Panitia Ustadz Hambalisyah Sinaga, mengatakan kegiatan digelar untuk mencegah munculnya golongan atau seseorang yang tampil sebagai pahlawan kesiangan pemekaran Kabupaten Aceh Singkil.
Sebab dari pemaparan para sesepuh yang menjadi narasumber sejarah lahirnya Aceh Singkil, menjadi jelas dan terang.
"Supaya tidak ada nanti golongan, seseorang ingin tampil sebagai pahlawan kesiangan. Sejarah itu jelas," tandas Hambalisyah Sinaga.
Baca juga: Refleksi 27 Tahun Kabupaten Aceh Singkil di Mata Pegiat Literasi Wanhar Lingga
Napak tilas melawan lupa sejarah perjuangan pemekaran Kabupaten Aceh Singkil, merupakan langkah permulaan.
Selanjutnya akan digelar seminar serta pembuatan buku sejarah Aceh Singkil.
Sementara itu dalam kisahnya para sesepuh mengungkapkan bahwa perjuangan pemekaran bukan jalan mudah.
Melainkan sebuah proses panjang yang dimulai sejak era tahun 50-an.
Dalam perjalannya penuh pengorbanan. Mulai harta, pikiran dan tenaga.
Di tengah keterbatasan masyarakat rela sumbangkan telur, botol bekas dan uang demi membantu perjuangan pemekaran Aceh Singkil.
"Pemekaran butuh biaya, masyarakat ada yang sumbangan telur bebek," kisah Asmauddin, mantan wakil ketua pemekaran Kabupaten Aceh Singkil.(*)
Baca juga: Polres Aceh Singkil Lakukan Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik