Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Nur Khasanah (56), perempuan yang dibakar suaminya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Genteng.
Nyawa Nur Khasanah tak tertolong akibat luka bakar yang terjadi di sekujur tubuhnya.
"Benar, yang perempuan meninggal dunia tadi malam," kata Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto Minggu (26/4/2026).
Nur Khasanah mengalami luka bakar 100 persen. Hal tersebut membuat kondisinya telah parah saat dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Baca juga: Gugatan Ditolak PN Banyuwangi, Kuasa Hukum Ressa Rizky Rossano: Bukan Berarti Kalah atau Menang
Sementara sang suami, Sularni (63), yang merupakan pelaku pembakaran juga mengalami luka bakar parah. Ia menderita luka bakar 85 persen setelah menyiramkan bensin ke diri sendiri dan menyulut dengan korek api.
Saat ini, kata Dwi, Sularni masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.
Seorang suami membakar istri dan berakhir membakar diri sendiri di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (24/4/2026) tengah malam.
Keduanya mengalami luka bakar ekstrem di sekujur tubuh.
Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto menceritakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.50 WIB, atau menjelang tengah malam. Sang suami, Sularni (63), tiba-tiba menyiramkan bensin kepada sang istri, Nur Khasanah (56).
"Ketika itu korban hendak melaksanakan salat Isya. Tiba-tiba suami keoban menyiramkan bensin ke badan korban dan la gsung menyulutkan api menggunakan korek," kata Dwi, Sabtu (25/4/2026).
Sulutan korek ke tubuh yang basah oleh bensin membuat api langsung membakar tubuh korban seketika. Api merembat dengan cepat hingga menyebar ke seluruh area tubuh.
Karenanya, korban langsung pergi keluar rumah dan berteriak meminta tolong.
Teriakan kencang itu memecah keheningan tengah malam di dusun tersebut dan membangunkan para warga lain.
Baca juga: 150 Kendaraan Diperiksa, Puluhan Angkutan Terjaring Razia di Banyuwangi
Teriakan korban didengar antara lain oleh kakak kandung korban bernama Maksurin dan tetangga berjama Soleh. Dua orang saksi itu melihat korban berteriak kesakitan dan tubuhnya terbakar.
"Mereka langsung menolong korban dengan cara menyiramkan air yang ada di kamar mandi menggunakan ember," sambung dia.
Setelah api pada tubuh korban padam, para saksi melihat adanya kobaran api di dalam kamar rumah. Mereka langsung masuk untuk melihat sumber api.
"Mereka mendapati terduga pelaku sudah dalam keadaan tengkurap dan terdapat api disekujur tubuhnya," ucap dia.
Kedua saksi langsung berusaha memadamkan api pada tubuh sang suami pembakar istri. Kuat dugaan, sang suami menyiram sisa bensin pada tubuhnya sendiri dan membakar diri usai mencelakai sang istri.