- AR (45), pelaku penusukan kakek dengan empat cucu inisial MJ (59), akhirnya buka suara memberikan pengakuan.
Dalam keterangan yang dibagikan akun Instagram @jatanrassurabaya pada Sabtu (25/4/2026), pelaku mengaku melukai korban dengan cara menusuknya di tiga titik.
Berdasarkan keterangannya, pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati atas ucapan MJ.
MJ diduga hendak melecehkan anaknya yang telah memiliki suami dan sedang berada di luar kota.
Hal tersebutlah yang kemudian memicu amarah dari pelaku hingga ia nekat menikam korban di sejumlah titik.
Setelah berhasil menuntaskan rasa sakit hatinya, AR mengaku kabur dari Surabaya dan memilih bersembunyi di rumah kerabatnya, di kawasan Kabupaten Sampang.
Informasinya, pelaku yang kerap dipanggil dengan sebutan Man ini tinggal di salah satu ruangan Rumah Susun (Rusun) Sombo Simokerto Surabaya.
Pelaku AR ditangkap anggota Tim Jatanras Polrestabes Surabaya di sebuah tempat persembunyiannya kawasan Kabupaten Sampang, Jatim, pada Jumat (24/4/2026) dini hari.
Barang yang disita adalah satu jaket hoodie denim lengan panjang warna biru muda dan putih, serta topi berwarna hitam.
Kedua benda tersebut merupakan pakaian AR saat menghabisi korban.
Lalu pisau gaucho tradisional atau pisau potong daging beserta sarung pelindungnya berwarna cokelat, diduga kuat alat untuk menusuk korban.
Berdasarkan catatan Polisi, AR merupakan salah satu orang yang namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) penadah motor curian.
Selain itu, AR merupakan residivis karena pernah terlibat kasus peredaran narkotika hingga menjalani vonis pidana penjara delapan tahun, dan baru bebas 2023 silam.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, satu orang pelaku berinisial AR merupakan eksekutor penusukan terhadap korban.
AR diketahui menusuk di gang permukiman padat Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026).
Sementara itu, adik sepupu korban, Iwan (34), menceritakan sosok Man yang menjadi terduga pelaku utama dalam kasus penusukan terhadap korban.
Adapun sosok Man, dikenal sebagai teman tongkrongan korban.
Selain berkumpul bersama, Man diketahui juga kerap berkunjung ke rumah ibunda korban di Jalan Pragoto II.
Bukan cuma korban, Iwan dan para tetangga yang bermukim di kawasan Jalan Sencaki atau Jalan Pragoto juga mengenal sosok Man.
Salah satu warga mengaku sempat melihat sosok Man pada hari kejadian, Kamis (23/4/2026).
Karena, pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB, dirinya sempat berpapasan langsung dengan kedua pelaku yang berjalan melewati depan rumah mertuanya.
Saat itu, dirinya sedang memandikan burung peliharaannya di teras depan rumah.
Kemudian, ia melihat kedua sosok pelaku berjalan cepat menuju ke pintu gerbang gang.
Namun, pada momen sepersekian detik tersebut, ia belum mengetahui jikalau kedua pelaku baru saja terlibat cekcok dan berujung menghabisi nyawa korban.
Hingga pada suatu momen, istrinya berteriak-teriak karena memperoleh kabar dari para tetangga, bahwa sang kakak ipar terkapar dengan luka tusuk pada tubuh bagian atas.
Iwan langsung berlarian menuju ke tempat korban terkapar, dan bertanya kepada para tetangga di sekitar lokasi tentang peristiwa yang dialami korban.
Setelah mendengar banyak informasi dari para tetangga, Iwan memahami bahwa sang kakak ipar baru saja dihabisi oleh kedua pelaku tadi yang sempat berpapasan dengan dirinya di depan teras rumah.