TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pentingnya menjaga keutuhan bangsa dari potensi konflik sosial yang dipicu perbedaan keyakinan mendapat sorotan dari tokoh agama saat Muktamar dan Mudzakarah di Kota Bandung, Minggu (26/4/2026).
Ketua Umum ANNAS Pusat, KH Athian Ali, mengatakan terdapat dua sisi utama yang menjadi perhatian, yakni aspek keagamaan dan dampak sosial yang ditimbulkan.
Athian Ali menilai kesucian agama, khususnya Islam yang telah lama berkembang di Indonesia, perlu dijaga oleh para pemeluknya, terutama dari tindakan yang dianggap mencela atau menodai ajaran agama.
"Keyakinan adalah hak pribadi. Tetapi yang perlu dijaga adalah agar tidak berkembang menjadi konflik di masyarakat," ujarnya saat Muktamar dan Mudzakarah, Minggu (26/4/2026).
Baca juga: Pria di Cipatat Bandung Barat Bikin Heboh Setelah Nekat Naik Tower Telekomunikasi
Ia menyontohkan kasus penodaan agama yang pernah memicu konflik di Sampang, Madura, hingga berujung pada kekerasan. Dalam kasus tersebut, pelaku telah dijatuhi hukuman pidana.
Menurut Athian, setiap individu memiliki hak atas keyakinannya.
Namun, ia mengingatkan agar penyampaian keyakinan tersebut tidak memicu gesekan di ruang publik.
Ia juga mengungkapkan adanya laporan tindakan yang dinilai provokatif di sejumlah daerah, yang berpotensi memicu reaksi umat jika tidak ditangani dengan baik, sehingga pihaknya aktif berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan guna mencegah terjadinya konflik.
Athian menepis anggapan bahwa organisasinya bersikap intoleran. Menurutnya, langkah yang dilakukan justru bertujuan mencegah pelanggaran hukum serta menjaga ketertiban masyarakat.
"Tidak mungkin pelanggaran pidana seperti penodaan agama harus ditoleransi. Justru itu yang ingin kita cegah agar tidak terjadi konflik," kata Athian.
Di sisi lain, dia menyoroti potensi perpecahan yang dapat muncul dari penyebaran paham keagamaan tertentu di wilayah yang sudah memiliki basis keagamaan kuat.
Baca juga: Lepas Ratusan Calon Jemaah Haji, Bupati Kuningan Singgung Faktor Cuaca dan Kesehatan
Ia menyebut, sejumlah rekomendasi ulama internasional juga mengingatkan agar penyebaran ajaran tertentu tidak dilakukan di wilayah yang berpotensi menimbulkan konflik.
Di sisi lain, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia berharap upaya tersebut dapat mencegah terulangnya konflik serupa di masa depan.
"Kami ingin menciptakan suasana yang damai dan kondusif, sehingga keutuhan bangsa tetap terjaga," ucapnya. (*)