Bela Diri Soal Tunjuk Adik Jadi Tim Ahli, Gubernur Kaltim Bandingkan dengan Prabowo-Hashim
Evan Saputra April 27, 2026 12:03 AM

BANGKAPOS.COM - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menepis tudingan nepotisme terkait penunjukan adik kandungnya, Hijrah Mas’ud, sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).

Rudy menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hak prerogatif pemimpin dan membandingkannya dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Hashim Djojohadikusumo sebagai Utusan Khusus Presiden.

​Rudy berdalih kehadiran sang adik diperlukan untuk menangani urusan yang bersifat privasi dan kepercayaan, seperti logistik serta mandat khusus yang tidak bisa diwakilkan kepada orang lain.

Ia juga memastikan bahwa jabatan tersebut bukanlah posisi ASN, sehingga tidak ada aturan birokrasi yang dilanggar selama prosesnya sesuai dengan mekanisme Pemerintah Provinsi Kaltim.

Rudy pun membandingkan bahwa keputusan yang ia ambil juga dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya keputusan tersebut bagian dari hak prerogatif seorang pimpinan.

"Sama, pak Hashim juga begitu. Apa bedanya pak Hashim dengan bapak presiden, kan dia percayakan, itu memang hak prerogratif," katanya.

Rudy Masud mengatakan ia menjadi salah bilamana Hijrah mendadak diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa melewati mekanisme yang berlaku.

"Kecuali ibu Hijrah tiba-tiba jadi ASN, dilantikan menjadi kepala dinas, lho ini gak melalui proses, ah itu salah.  Sepanjang melalui proses di dalam Pemprov Kaltim," katanya.

Ia menjelaskan tugas TAGUPP untuk mengawal kegiatan percepatan di lapangan.

"Terkait TAGUPP juga ini adalah untuk mengawal percepatan kegiatan ekseskusi lapangan," katanya.

"Dia tidak untuk menentukan apalagi memerintahkan pada OPD, tidak. Dia hanya mengawal saja. nanti dia akan menyampaikan perlu percepatan, perlu pertimbangan," tambah Rudy Masud.

Profil Hashim

Hashim Djojohadikusumo adalah adik kandung Presiden Prabowo Subianto.

Ia seorang pengusaha pemilik Arsari Group, dan politikus senior Partai Gerindra. 

Hashim berperan penting sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Iklim, Ketua Satgas Perumahan, serta aktif dalam berbagai lembaga kajian dan filantropi, menjadikannya salah satu penasihat utama di lingkaran dalam pemerintahan. 

Lahir pada 5 Juni 1953/1954, ia adalah putra bungsu dari pasangan ekonom ternama Soemitro Djojohadikoesoemo dan Dora Marie Sigar.

Hashim merupakan pengusaha ulung yang memimpin Arsari Group, yang bergerak di berbagai sektor.

Ia ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Iklim dan Ketua Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional pada tahun 2026.

Hashim menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dan aktif dalam tim transisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia juga dikenal sebagai filantropis, mendirikan lembaga kajian non-pemerintah, dan diangkat menjadi Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia 2024-2029. 

Hashim sering mendampingi Prabowo dalam berbagai pertemuan penting, baik domestik maupun internasional, dan berperan strategis dalam merumuskan kebijakan ekonomi serta energi di pemerintahan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.