TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN – Operasi pencarian terhadap Pawit Riyanto (33), nelayan asal Kecamatan Puring yang hilang tersapu ombak, resmi berakhir pada Minggu (26/4/2026) sore.
Jenazah korban ditemukan oleh wisatawan dalam kondisi terdampar di pesisir Pantai Surumanis, Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.
Penemuan jasad tersebut mengonfirmasi keberadaan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari ikan di Pantai Lampon beberapa hari lalu. Titik penemuan di Pantai Surumanis diketahui berjarak sekitar 300 meter dari lokasi awal kejadian kecelakaan laut tersebut.
“Tim menerima informasi adanya jenazah yang terdampar dari wisatawan pada pukul 17.00 WIB. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah nelayan yang kami cari,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Kebumen, Rowidin, Minggu malam.
Proses Evakuasi dan Identifikasi
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Cilacap, BPBD, SAR Lawet Perkasa, serta relawan nelayan telah melakukan penyisiran intensif selama dua hari. Pencarian dilakukan dengan membagi tim untuk menyisir wilayah perairan menggunakan perahu serta penyisiran darat di sepanjang bibir pantai.
Baca juga: Tragedi Berdarah di Dadapsari Semarang: Ayah Kehilangan Dua Anak Sekaligus Akibat Cekcok Maut
Begitu mendapat laporan dari wisatawan, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses identifikasi awal dan evakuasi. Jasad korban ditemukan masih berada di area yang terjangkau oleh personel di pinggir pantai.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Setelah berhasil dievakuasi dari Pantai Surumanis, jenazah Pawit Riyanto segera dibawa menuju rumah duka di Kecamatan Puring untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Rowidin menegaskan bahwa dengan ditemukannya korban, maka seluruh rangkaian operasi pencarian di bawah koordinasi USS Kebumen dinyatakan selesai.
"Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh personel yang terlibat telah ditarik kembali ke satuan masing-masing," pungkasnya.
Pihak SAR mengimbau kepada para nelayan dan wisatawan di pesisir selatan Kebumen untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan karakteristik ombak pantai selatan yang sulit diprediksi demi keselamatan bersama. (Ais)