TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Warga menyambut baik dengan dibukanya kembali Jembatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, pasca-ditutup total selama proses rehabilitasi.
Rehabilitasi jembatan tersebut ternyata rampung lebih cepat dari target awal yang ditetapkan pada 10 Mei 2026. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kepadatan arus lalu lintas sudah tidak lagi terlihat mengular di kedua ujung jembatan.
Kendaraan roda dua maupun roda empat kini tidak lagi harus antre berlama-lama untuk bergantian melintasi jembatan darurat di sisi selatan jembatan utama, baik dari arah Kebumen menuju Gombong maupun sebaliknya.
Baca juga: Perbaikan Jembatan Karanganyar Kebumen Lebih Cepat dari Jadwal, Akhir Bulan Ini Bisa Dibuka
Sementara itu, kendaraan tonase besar baik itu truk muatan barang, angkutan lokal, serta bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang sebelumnya dialihkan paksa ke jalur alternatif, kini terlihat sudah banyak yang kembali melintasi jembatan di ruas Jalan Nasional III tersebut.
Kembalinya arus lalu lintas ke kondisi normal ini menjadi angin segar bagi para pelaku ekonomi di sekitar lokasi. Salah satunya diungkapkan oleh warga Kecamatan Karanganyar, Sumardi (48).
Pria yang sehari-hari mangkal menawarkan jasa becak motor (bentor) di kawasan Pasar Karanganyar dekat jembatan tersebut, mengaku sangat bersyukur. Menurutnya, penumpang bentor sangat sepi selama Jembatan Karanganyar ditutup total.
"Sepi karena tidak ada bus yang lewat," ungkapnya saat berbincang dengan Tribunbanyumas.com, Minggu (26/4/2026).
Kini, ia menggantungkan harapan besar agar pendapatannya kembali pulih dan meningkat seiring bus AKDP yang sudah mulai menurunkan penumpang di area tersebut.
Di sisi lain, Pelaksana Pekerjaan dari PT Karya Adhi Kencana, Dwiyono, mengingatkan bahwa proyek ini belum seratus persen paripurna. Meski jalur utama sudah dibuka penuh untuk kelancaran lalu lintas, masih ada beberapa detail pengerjaan yang belum usai.
"Masih ada pekerjaan pipa railing jembatan sama pasangan batu pengaman tebing atau tanggul sungai," terangnya memungkasi. (Ais)