Upbit Dorong Literasi Kripto Lewat Roadshow BLK 2026
Dwi Rizki April 26, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Upbit Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian roadshow edukasi Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang digelar di Solo dan Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aset kripto, terutama di kalangan generasi muda.

Bulan Literasi Kripto merupakan inisiatif tahunan yang diinisiasi Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama regulator untuk memperkuat literasi masyarakat terhadap ekosistem aset digital. Tahun ini, kegiatan dikemas lebih inklusif dengan menjangkau mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.

Di Solo, kegiatan digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan tema “Gen Z & Kripto: Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?”.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari pelaku industri dan regulator, seperti Shania Lebang dari Upbit Indonesia, Teofilus Yusanto dari Triv, Indriana dari Tokocrypto, serta Bagas Satriadi dari Indonesia Coin Custodian.

Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa minat generasi muda terhadap investasi kripto terus meningkat, didorong oleh kemudahan akses informasi dan pengaruh media sosial. Namun, pemahaman terkait risiko dan pengambilan keputusan investasi yang rasional dinilai masih menjadi tantangan.

Baca juga: ASDP Bersama 14 BUMN Bangun Kabupaten Raja Ampat, Renovasi Sekolah Hingga Penanaman Mangrove

CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi utama dalam berinvestasi aset digital.

“Generasi muda saat ini memiliki akses informasi yang sangat luas, namun tantangannya adalah bagaimana informasi tersebut dapat diolah menjadi pemahaman yang utuh,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di Yogyakarta melalui diskusi bertajuk “Takar Kripto 2026: Supercycle atau malah Bearish?” yang digelar di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).

Diskusi ini menghadirkan sejumlah panelis, di antaranya Ludy Arlianto dari OJK, Teofilus Yusanto dari Triv, Pradipta Rohimone dari Mobee, Indriana dari Tokocrypto, serta Lukas Lauw dari CFX.

Forum tersebut membahas berbagai kemungkinan arah pasar kripto pada 2026, mulai dari potensi pertumbuhan hingga risiko volatilitas yang masih menjadi tantangan utama. Sejumlah pandangan menilai pasar kripto mulai bergerak menuju fase yang lebih matang, meski tetap dipengaruhi kondisi makroekonomi global.

Upbit Indonesia menekankan pentingnya pendekatan bijak dalam melihat aset kripto, tidak hanya sebagai peluang jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital masa depan.

Resna menegaskan bahwa literasi kripto merupakan tanggung jawab bersama antara regulator, pelaku industri, dan komunitas.

“Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar masyarakat tidak hanya tertarik, tetapi juga memahami bagaimana ekosistem ini bekerja,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.