Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci, Pemkab Teluk Bintuni Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30
Roifah Dzatu Azmah April 27, 2026 09:56 AM

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Indonesia sebagai negara besar dengan kekayaan sumber daya alam, keberagaman budaya, serta potensi unggulan di setiap daerah, dinilai membutuhkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar seluruh potensi tersebut dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Upacara tersebut berlangsung di halaman kantor Bupati Teluk Bintuni, Distrik Manimeri,Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin, (27/4/2026) 

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.

Momentum ini menjadi pengingat pentingnya keselarasan kebijakan dan kolaborasi lintas pemerintahan dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.

Amanat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang dibacakan oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, menegaskan bahwa kesatuan visi, arah kebijakan, serta konsistensi dalam pelaksanaan program pembangunan merupakan kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan menuju Indonesia Emas, sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Demonstrasi di Manokwari, Mahasiswa Tuntut Keadilan atas Insiden di Puncak Papua Tengah

Dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa pencapaian pembangunan nasional dilakukan melalui delapan program prioritas utama, yakni pemenuhan kedaulatan pangan, kemandirian energi dan sumber daya air, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, percepatan hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur dan perumahan, pemberdayaan ekonomi rakyat, serta penurunan kemiskinan secara berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil melalui digitalisasi pelayanan publik, inovasi daerah, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Upaya ini juga diiringi dengan peningkatan kemandirian fiskal daerah, penguatan kerja sama antarwilayah, serta pemerataan akses layanan dasar bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah ditegaskan tidak hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam merancang pembangunan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.

Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang adil dan merata di seluruh Indonesia.

Baca juga: Ahli Bongkar Kekeliruan Metode dan Kerugian Negara di Sidang Korupsi ATK Kota Sorong

Lebih lanjut, peningkatan kapasitas daerah menjadi fokus utama, baik dari sisi sumber daya manusia, keuangan, maupun kelembagaan.

Penguatan SDM aparatur dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta kerja sama dengan perguruan tinggi.

Sementara itu, kapasitas keuangan daerah ditingkatkan melalui optimalisasi pendapatan asli daerah dan pengelolaan anggaran berbasis kinerja.

Di sisi lain, penguatan kelembagaan dilakukan melalui reformasi birokrasi yang menyeluruh, penerapan sistem digitalisasi, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Mengakhiri amanat tersebut, Wakil Bupati Teluk Bintuni menyampaikan ucapan selamat Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026.

“Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong utama pembangunan, serta mampu mewujudkan pemerintahan daerah yang profesional, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.