Cegah Jemaah Kabur dan Barang Hilang, Asrama Haji Sukolilo Surabaya Pasang 78 CCTV
Titis Jati Permata April 27, 2026 10:05 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Keamanan Asrama Haji Sukolilo Surabaya makin diperketat sepanjang pelaksanaan Ibadah Haji 2026

Tidak hanya petugas keamanan yang menjaga pintu gerbang utama yang selalu membuka dan menutup pintu. Tapi juga tengah dipasang 78 CCTV.

Pengalaman CJH Demensia Kabur

Pengalaman musim haji sebelumnya ada jemaah haji asal Jember yang masih mengenakan seragam batik jemaah haji kabur dari Asrama Haji Surabaya. Menerobos pintu gerbang yang terjaga petugas.

Baca juga: Ibadah Haji 2026, Dua CJH asal Malang dan Pasuruan Tunda Berangkat Karena Sakit

Jemaah lansia ini mengalami demensia. Ada juga yang hendak menerobos hingga menggigit tangan petugas hendak kabur.

"Tahun ini kami antisipasi betul. Termasuk pemasangan CCTV kita tambah hingga 78 titik,' kata Kepala Bidang Akomodasi PPIH Embarkasi Surabaya, Fentin Istifa'iyah kepada SURYA.co.id Minggu (26/4/2026).

Keamanan Lingkungan Asrama Haji Optimal

Fentin yang juga Kepala Asrama Haji Kelas I Surabaya ini ingin keamanan lingkungan asrama haji optimal.

Termasuk dari potensi ancaman pencurian motor dan pencurian aset Asrama Haji.

CCTV yang dipasang di hampir setiap sudut asrama juga untuk mengantisipasi barang-barang dan tas koper jemaah aman. Selama ini barang-barang jemaah dijamin aman.

Mobilitas Tinggi Ribuan CJH

Mengingat tingginya mobilitas ribuan jemaah yang datang setiap harinya.

Ada lima kloter setiap hari menginap di Asrama Haji. Mereka juga keluar masuk kamar ke masjid.

Penempatan Kamera CCTV

Saat ini CCTV eksisting sebanyak  64 unit CCTV. Khusus untuk haji 2026 ini ada penambahan sehingga totalnya akan mencapai 78 titik pengawasan.

Penempatan kamera ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang dinilai krusial.

Mulai  pintu masuk. Kemudian juga di beberapa gedung, jalur akses di Portal Timur, Portal Barat, sampai akses menuju Rumah Sakit Haji.  Kemudian CCTV juga terpaksa di jalur khusus ambulans.

Semua untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

CCTV itu juga dipasang agar tidak ada jemaah yang hilang atau terpisah dari rombongan saat jadwal pemberangkatan.

Cegah Kehilangan Barang Bawaan

Selain itu, pengawasan ketat juga dilakukan untuk mencegah kehilangan barang bawaan, baik di area umum maupun di gudang penyimpanan.

"Kami berharap jemaah fokus beribadah. Semua kami pasangi CCTV termasuk di gudang penyimpanan. Sebab yang ada di dalam asrama selain jemaah juga ada tenan," katanya.

Penguatan Petugas Keamanan

Selain sistem pengawasan elektronik, penguatan juga dilakukan pada sisi petugas keamanan.

Jika di hari biasa petugas keamanan berjumlah 15 orang dengan sistem tiga shift.

Musim haji kali ini ini diubah menjadi dua shift dengan durasi kerja 12 jam per orang. Jumlah personel pun ditambah dari berbagai unsur.

Pemberangkatan Padat

Martin, salah satu koordinator petugas mengakui bahwa sistem keamanan tahun ini diperkuat. Diperketat lagi mengingat jadwal keberangkatan tahun ini terbilang padat.

Sehari lima kloter. Satu kloter sekitar 400 orang.

“Jemaah ada yang bolak-balik ke masjid, ada keluarga yang datang berkunjung di pagar pembatas. Makanya pengawasan harus diperketat agar tidak ada yang keluar masuk tanpa terdeteksi,” kata Martin.

Hingga saat ini, kondisi keamanan di lingkungan asrama masih kondusif dan aman. Tidak ada jemaah yang hendak kabur.

Pihaknya berharap situasi ini terus terjaga hingga seluruh jemaah diberangkatkan dengan selamat. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.