SURYA.co.id, SURABAYA - Suasana belajar mengajar, di salah satu kelas Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Unesa Surabaya, diwarnai tanya jawab, Kamis (23/4/2026), sekira jam 12.00 WIB.
Beberapa siswa siswi yang tergabung dalam satu kelompok, memaparkan presentasi tentang Gas Efek Rumah Kaca.
Materi tersebut ditampilkan melalui Interactive Smart Board.
Aktivitas tersebut berlangsung di dalam kelas yang dilengkapi dengan pendingin ruangan
Baca juga: Guru Sekolah Rakyat SMRA 21 Unesa Surabaya Tunggu Kurikulum Tahun Ajaran Baru
Tidak hanya itu, selama pembelajaran nampak para murid memanfaatkan fasilitas sekolah lain seperti Laptop.
Ditemui setelah pelajaran, sejumlah siswa siswi SRMA 21 Unesa ikut menanggapi langkah Jemput Bola, dalam merekrut calon murid baru Sekolah Rakyat, jelang tahun ajaran baru.
Siswi Kelas 10 asal Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Gabriel Kenny Kenjiro (16), mengaku senang dan siap mengenalkan kegiatan keseharian saat berada di Sekolah Rakyat.
Baca juga: Rekrutmen Calon Siswa Pakai Skema Jemput Bola, Guru Sekolah Rakyat Siap Anti Titipan
“Ada teman baru rasanya bakal cerita banyak, ikut mengenalkan lingkungan Sekolah Rakyat,” ujar Kenny.
Lulusan Madrasah Tsanawiyah tersebut mengungkapkan alasannya, memilih melanjutkan pendidikan ke Sekolah Rakyat.
“Untuk masa depan ke sekolah lebih baik, sudah terarah. Perasaan saya di sini lebih seru karena bisa bertemu dengan teman teman yang baru, dari berbeda-beda tempat. Kami saling berbaur satu sama lain,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Zahra Talia Saffana (16).
Siswi kelas 10 asal Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, siap membantu murid baru untuk beradaptasi.
“Senang karena menambah teman sekaligus, habis itu saya akan mengajak adik-adik kelas untuk bermain bersama biar nyaman di sini gitu, membantu adaptasi,” ucap Zahra.
“Di sini enak, nyaman, terus masa depannya sudah terjamin. Kami dibantu banyak hal, dapat fasilitas banyak, kualitasnya sangat baik,” imbuh Zahra.
Zahra berharap, dengan menjadi murid di Sekolah Rakyat bisa membuat bangga dan mengangkat derajat orang tua.
“Saya ingin membuktikan kepada orang-orang, bahwa saya bisa,” tandas Zahra.