Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengklaim sampah yang diangkut di kawasan Jalan Pedati, Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, terus berkurang.
Hal ini seiring dengan langkah Pemkot Bogor yang terus melakukan penertiban di kawasan itu.
Pedagang Kaki Lima (PKL) dilarang untuk berjualan kembali apalagi PKL yang kerap menghalangi trotoar.
“Pedati itu kalau kita ukur dari apa namanya, jumlah sampah harian ya, biasanya 20 ton per hari. Hari ini dari laporan DLH berkurangnya sangat signifikan,” kata Dedie Rachim belum lama ini.
Saat ini memang sampah masih ada di kawasan Pedati.
Petugas DLH saat ini juga terus melakukan pengangkutan sampah.
“Kurang lebih sekitar masih ada tapi sekitar 8 ton. Jadi ya hampir sepertiganya, apa dua pertiganya tuh sudah hilang,” ujarnya.
Dedie Rachim menegaskan, PKL di kawasan Pedati tidak boleh berjualan apalagi sampai menghalangi trotoar.
"Saya larang. Kan intinya Pemerintah Kota Bogor tidak melarang berjualan selama memenuhi aturan dan ketentuan, tidak melanggar,” tandasnya.
Sementara itu, Sampah masih banyak di kawasan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (26/4/2026).
Petugas dinas lingkungan hidup (DLH) Kota Bogor terus melakukan pengangkutan menggunakan truk sampah.
Kepala Bidang Persampahan pada DLH Deden Adi Suryadi mengatakan, sampah itu berasal dari PKL yang masih berjualan.
“Berasal dari toko yang jualan sayur di wilayah lawang seketeng dan mobil itu melayani juga sampah PKL yang di depan BTM,” kata Deden kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (26/4/2026).
Setiap harinya sebanyak 3 ton sampah diangkut dari kawasan Pedati sampai Lawang Saketeng.
Sebelum Pemkot melakukan penertiban, awalnya sampah yang diangkut berjumlah 5,5 ton perharinya.
“Pengurangan dampak penertiban PKL disekitar pasar bogor kurang lebih 40 persen,” ujarnya.