Jakarta (ANTARA) - Wirausaha perempuan kini semakin tertarik menggeluti industri penjualan baran bekas berkualitas atau preloved didorong dengan kesadaran akan mode berkelanjutan dan potensi ekonomi yang menjanjikan.
Pendiri Irresistible Bazaar dan pemilik Ginger Luxthings Marisa Tumbuan mengatakan partisipasi serta kontribusi perempuan dalam dunia usaha di Indonesia, khususnya pada bisnis preloved luxury, fashion, dan kecantikan sudah sangat berkembang.
"Ketika saya membangun Irresistible Bazaar pertama kalinya di tahun 2015, cita-cita saya ialah menjadikan ini sebagai tempat para pengusaha perempuan untuk berkumpul, berkarya, saling membantu dan juga berkembang. Bisa dikatakan 80 persen seller yang bergabung di IRRESSBAZAAR adalah perempuan," kata Marisa dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Marisa mengatakan melalui brand miliknya ia membuka kesempatan bagi wirausaha perempuan untuk bermain di industri preloved branded dengan mengikuti bazaar yang berisi kurasi produk berkualitas.
Ia mendirikan Irresistible Bazaar untuk mengakomodasi wirausaha perempuan berkembang dan juga menargetkan animo masyarakat yang semakin menggemari barang bekas berkualitas dan bermerk sebagai pilihan gaya hidup baru.
Itu sebabnya, Marisa pun mendukung setiap gerakan nyata yang positif untuk semakin meningkatkan peran sukses wirausaha perempuan di Indonesia.
”Tujuan mulianya ialah, agar bagaimana IRRESSBAZAAR bisa memberdayakan sesama perempuan di Indonesia sebagai ekosistem fashion alternatif yang dibangun dari, oleh dan untuk perempuan Indonesia,” katanya.
Irresistible Bazaar digelar selama lima hari, yakni mulai 29 April hingga 3 Mei 2026 di Lippo Mall Puri. Sebanyak 56 kurasi tenant unggulan akan ada di bazaar ini, dengan komposisi 70 persen penjualn produk bekas berkualitas bermerk, 20 persen perhiasan, dan 10 persennya ialah produk fashion.
Bazaar ini diharapkan dapat menjadi alternatif berbelanja produk bekas berkualitas bermerk, dan memberi ruang pada komunitas pecinta produk bermerk mendapatkan barang yang asli dan terkurasi.





