UAD Kini Miliki 50 Profesor Terbanyak di Lingkungan PTMA, Rektor : Jaga Marwah Akademik
Hari Susmayanti April 27, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Empat guru besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang dikukuhkan melalui Sidang Terbuka Senat di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD, Sabtu (25/4/2026) lalu melengkapkan capaian guru besar menjadi 50 orang.

Jumlah itu menjadikan UAD sebagai kampus dengan jumlah guru besar terbanyak dilingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Empat guru besar yang dikukuhkan memiliki kepakaran dalam berbagai bidang di antaranya Prof Ishafit, di bidang Pembelajaran Fisika Berbasis Laboratorium dan ICT, Prof Yudi Ari Adi, di bidang Pemodelan Matematika Interaksi Populasi, Prof Fatwa Tentama, di bidang Psikologi Kerja, Organisasi, dan Kewirausahaan, serta Prof Wajiran, di bidang Kritik Sastra.

Sidang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UAD, Prof Dwi Sulisworo, yang dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia oleh Farid Setiawan, mengenai kenaikan jabatan akademik tersebut. 

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Senat UAD Prof Dwi Sulisworo didampingi Rektor UAD Prof Muchlas.

Prof  Dwi Sulisworo dalam sambutannya berpesan agar gelar yang didapat mampu memberi manfaat dan kesejahteraan bagi umat manusia. 

“UAD sudah memiliki 50 guru besar. Semoga bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga umat manusia,” tuturnya.

Sementara Prof. Muchlas mengungkapkan kebanggaannya, karena tiga dari keempat guru besar ini merupakan alumni dari UAD. 

Jumlah guru besar UAD saat ini merupakan yang terbanyak di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia, dan terdapat sebanyak 150 lektor kepala.

“Kami akan terus mengikuti arahan dari Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah maupun dari BPH untuk terus melaksanakan program-program akselerasi lektor kepala dan guru besar sehingga UAD dapat dijadikan sebagai rujukan perguruan tinggi khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah di Indonesia,” jelas Prof Muchlas.

Baca juga: KAKAMMI Gelar Rapimnas dan Halal Bihalal di Yogyakarta 

Dia juga berpesan kepada guru besar yang baru dikukuhkan agar menjaga marwah akademik di Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di UAD. 

“Jangan berhenti menghasilkan karya produktif, walaupun sudah guru besar, penelitian, karya ilmiah, paten, jangan ditinggalkan,” ucap Prof Muchlas.

Prof. Muchlas juga mengingatkan agar para guru besar bisa menjadi panutan rekan dosen lainnya dan para junior.

“Jangan menunjukkan arogansi akademik,” pesan Prof Muchlas.

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mahfud Sholihin mengucapkan selamat atas capaian guru besar. 

Dia mengatakan setelah menjadi guru besar, nantinya akan semakin banyak aktivitas yang dilakukan. 

Dia juga berharap UAD bisa terus berkolaborasi dengan Majelis Diktilitbang.

Muchlas turut mengingatkan agar para guru besar bisa menjadi panutan rekan dosen lainnya dan para junior. 

Sementara, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mahfud Sholihin mengucapkan selamat atas capaian guru besar. 

Dia mengatakan setelah menjadi guru besar, nantinya akan semakin banyak aktivitas yang dilakukan. Diharapkan UAD bisa terus berkolaborasi dengan Majelis Diktilitbang. (hda)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.