TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Senin (27/4/2026).
Upacara berlangsung khidmat sejak pagi hari dengan diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Takalar.
Seluruh peserta upacara terlihat mengenakan pakaian Korpri yang terdiri dari berbagai instansi.
Mulai dari camat, lurah, kepala sekolah, hingga pegawai ASN lainnya tampak memadati lapangan upacara.
Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Muhammad Hasbi, bertindak sebagai inspektur upacara.
Ia tampak mengenakan jas hitam dipadukan kopiah hitam tanpa dasi.
Sementara itu, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) kompak mengenakan jas hitam dengan dasi merah.
Sejak pukul 07.30 WITA, pengamanan di sekitar lokasi upacara telah disiagakan.
Dua personel Satpol PP terlihat berjaga di pintu gerbang masuk sebelah utara untuk mengatur buka tutup akses.
Sementara dua personel lainnya ditempatkan di pintu gerbang keluar sebelah selatan guna mengatur arus keluar peserta.
Upacara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Takalar.
Selain itu, asisten, staf ahli, kepala bagian Setda, serta seluruh jajaran ASN lingkup Pemkab Takalar.
Dalam pelaksanaan upacara, Sekda Takalar membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah.
Momentum tersebut dinilai penting dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tema Otonomi Daerah tahun ini mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal,” ujar Hasbi saat membacakan sambutan.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan Asta Cita.
Selain itu, pemerintah daerah juga diingatkan untuk tetap mengedepankan prinsip efisiensi anggaran.
Seluruh kegiatan pemerintahan diharapkan dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah daerah juga diminta menghindari kegiatan yang bersifat seremonial semata.
Optimalisasi sumber daya dinilai penting agar setiap program memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Otonomi daerah memberikan ruang bagi daerah untuk berinovasi, namun tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.
Di sisi lain, Lurah Rajaya, Muhammad Nasir, menilai peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi pengingat bagi seluruh aparat pemerintah di tingkat bawah.
Menurutnya, peran lurah dan perangkat desa sangat penting dalam menerjemahkan kebijakan daerah ke masyarakat.
“Momentum ini mengingatkan kami di tingkat kelurahan untuk terus meningkatkan pelayanan dan memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Upacara berlangsung tertib hingga selesai dengan seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini diharapkan mampu menjadi penguat semangat ASN dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik.
Pemerintah Kabupaten Takalar pun optimistis semangat otonomi daerah dapat terus mendorong kemajuan pembangunan di daerah.(*)