TRIBUN-MEDAN.com - Isu perombakan kabinet atau reshuffle Kebinet Merah Putih kembali muncul.
Kabarnya, Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle pada hari ini, Senin (27/4/2026).
Mengenai berkembangnya isu reshuffle Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menanggap
Bima menegaskan bahwa urusan pergantian menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif kepala negara.
Ia menyatakan saat ini jajaran kabinet tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan.
"Wah itu prerogatif Bapak Presiden, kita siap dengan segala skenario yang penting sekarang jajaran kabinet kerja aja," ujar Bima Arya saat ditemui di sela-sela kegiatannya.
Bima juga membantah adanya informasi resmi maupun pembicaraan di internal kabinet mengenai rencana perombakan tersebut. Ia mengaku belum menerima instruksi atau kabar apa pun terkait isu yang beredar.
"Enggak ada, kami belum dengar sama sekali," tegasnya.
Hari ini, Senin (27/4/2026), dikabarkan Presiden Prabowo akan melakukan resfhuffle (perombakan) anggota kabinet pemerintahannya.
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman kabarnya dipercaya akan menduduki Kepala Staf Presiden (KSP) yang baru menggantikan Muhammad Qodari.
Sementara Muhammad Qodari informasinya akan dipindahkan menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom.
Qodari akan mengisi pos yang selama ini dianggap 'kelemahan' pemerintahan Presiden Prabowo.
Baca juga: Profil Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia pada Usia 64 Tahun
Pos lainnya Kepala Badan Karantina kabarnya diisi Abdul Kadir Karding (mantan Menteri P2MI 2024‑2025).
Mantan Kepala PCO Hasan Nasbi akan ditunjuk menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Tribunnews.com telah menghubungi Muhammad Qodari mengenai informasi ini.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons mengenai isu perombakan kabinet yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Baca juga: SOSOK Anita Palupy Indahsari, S.Pd, Kepala Sekolah Daycare Little Aresha Disorot Kasus Penganiayaan
Dia hanya menjawab singkat mengenai isu tersebut.
“Tunggu saja,” kata Teddy singkat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, soal perombakan kabinet akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.
“Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” katanya.
Selasa (21/4/2026) sore pekan lalu, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dipanggil mendadak Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan RI di Jakarta.
"Oh semalam ditelepon oleh ajudan bahwa bapak menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini," ujar Dudung.
Baca juga: Alasan Keji Pelaku Penganiayaan 53 Anak di Daycare Aresha, Sengaja Ikat Kaki Karena Tak Mau Repot
Dudung yang saat ini dipercaya sebagai Penasihat Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional itu tak tahu ihwal pemanggilannya.
"Biasanya beliau (presiden) kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat," ucapnya.
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-33 yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto bidang Pertahanan Nasional sejak Oktober 2024.
Ia dikenal sebagai perwira tinggi dengan karir panjang di TNI AD, khususnya di satuan Infanteri.
Pernah juga menjabat Komandan Kodam Jaya (2020–2021) dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-33 (2021–2023).
Sudah Tiga Kali Reshuffle
Presiden Prabowo Subianto telah melakukan perombakan kabinet sebanyak tiga kali sejak menjabat pada Oktober 2024.
Reshuffle Pertama (19 Februari 2025) : Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Brodjonegoro digantikan oleh Brian Yuliarto.
Kedua (8 September 2025) : Perubahan sejumlah posisi menteri dan wakil menteri, termasuk pengisian jabatan yang kosong.
Reshuffle Ketiga (17 September 2025) : Erick Thohir digeser menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
(*/tribun-medan.com)