Cara Seru Belajar Pencemaran Lingkungan Lewat Eco-Rotation, Inovasi Guru SDN Danawarih 03 Tegal 
muslimah April 27, 2026 11:55 AM

Cara Seru Murid Belajar Pencemaran Lingkungan Lewat Eco-Rotation, Inovasi Juni Tri Setiyono Guru SDN Danawarih 03 Tegal 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Metode pembelajaran dengan cara berbeda tidak monoton di dalam kelas membuat kesan tersendiri bagi murid terutama menangkap pelajaran lebih mudah karena ada praktik secara langsung. 

Praktik baik inilah yang dilakukan oleh seorang guru di SD Negeri Danawarih 03, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 

Guru inovatif ini bernama Juni Tri Setiyono. 

Pak Juni, sapaan akrabnya, menghadirkan model pembelajaran "Eco-Rotation: Cara Seru Murid SD Belajar Pencemaran Lingkungan. 

Metode tersebut modifikasi dari model pembelajaran Station Rotation atau Rotasi Stasiun. 

Saat ditemui Tribunjateng.com di sekolah pada Jumat (24/4/2026), Juni menerangkan metode pembelajaran Rotasi Stasiun yang dimodifikasi sebagai Eco-Rotation adalah bagaimana murid belajar tentang pencemaran lingkungan. 

Baca juga: Literasi Numerasi Menyenangkan Lewat Math Fortress, Inovasi Bu Feti Guru SDN Lebakgowah 01 Tegal 

Dalam praktiknya menggunakan tiga stasiun yaitu memanfaatkan papan interaktif digital, memanfaatkan laptop dan mengamati lingkungan nyata di sekitar sekolah untuk kemudian dibuat sebuah poster. 

Lingkungan nyata yang dipilih yaitu aliran sungai atau selokan depan sekolah yang tercemar dan terdapat sampah. 

"Lewat metode Eco-Rotation ini anak-anak melakukan pengalaman nyata bagaimana pencemaran lingkungan. Saya memulai metode pembelajaran ini pada awal semester dua khususnya mapel IPAS yang fokus pembelajarannya terkait pencemaran udara, air dan tanah," terang Juni, pada Tribunjateng.com. 

Dikatakan Juni, metode pembelajaran Eco-Rotation diperuntukkan bagi murid kelas 5 SD. 

Dampak positif yang diperoleh murid, mereka lebih memahami penyebab dan dampak pencemaran lingkungan dimulai dari sekitar sekolah. 

Setiap pelajaran anak-anak sangat antusias karena pelaksanaannya tidak monoton atau membosankan. 

Mengingat masing-masing anak yang terbagi jadi tiga kelompok nantinya merasakan semua ada di stasiun satu, dua dan stasiun tiga. 

Mereka melakukan rotasi dari satu stasiun ke lainnya dengan waktu 10 menit sehingga murid mengalami semua pengalaman belajar yang bermakna. 

Juni juga mempraktikkan kampanye peduli lingkungan dengan membuat poster. 

Adapun satu kelompok berisi empat sampai lima murid. 

"Kami mengajak murid untuk bersama menjaga lingkungan sekitar, rumah maupun sekolah. Harapannya mereka lebih peduli menjaga kebersihan dari sampah plastik, sampah rumah tangga dan lainnya. Apalagi seusai praktik tadi mereka melihat secara langsung masih ada yang membuang sampah sembarangan ke sungai," ungkap Juni. 

Sebagai fasilitator Tanoto Foundation, Juni mengaku mendapat banyak manfaat terutama dalam hal mengupdate diri menjadi lebih berkembang lagi. 

Selain mengupdate diri, Juni juga belajar banyak hal mengenai mengatur manajemen waktu khususnya mengatasi pembelajaran di kelasnya sendiri. 

"Lebih dari itu, saya bisa memberi saran dan praktik baik kepada teman-teman guru di sekolah. Saya menjadi fasilitator Tanoto Foundation sejak tahun 2021 sampai sekarang. Sementara mengajar di SD Negeri Danawarih 03 sejak 2019," jelas Juni. 

Siswi Kelas 5 SD Negeri Danawarih 03, Dinda Zaskia Putri, menyebut metode pembelajaran yang diberikan pak guru Juni sangat menarik dan menyenangkan karena ia bersama teman-temannya praktik langsung di kelas dan luar kelas. 

Selain mendapat materi secara langsung di kelas, anak-anak juga lebih mudah memahami karena ada praktik yang diberikan. 

Sehingga saat mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial atau IPAS anak-anak antusias dan bersemangat. 

"Ya pembelajarannya menyenangkan karena bisa belajar mengenai menjaga lingkungan, praktik mengamati kondisi sungai secara langsung termasuk sampah yang ada," tutur Zaskia. 

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SD Negeri Danawarih 03, Kondang Hartoyo, kepada satu guru di sekolahnya yang sangat inovatif yakni Juni Tri Setiyono. 

Kondang Hartoyo menilai pembelajaran yang diberikan Juni Tri Setiyono kepada murid di sekolah sangat inovatif dan bisa memberi motivasi kepada rekan guru lainnya. 

Terlebih Juni Tri Setiyono juga dikenal sebagai sosok guru yang aktif berkegiatan baik di sekolah maupun luar sekolah seperti menjadi narasumber di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah.

"Saya sebagai kepala sekolah merasa senang dan bangga memiliki guru seperti pak Juni. Ya harapannya ke depan bisa berkembang lebih baik lagi dan inovasinya menular ke guru yang lain. Dampak positif yang dihasilkan semoga bermanfaat tidak semata-mata untuk sekolah saja, tapi juga guru lainnya di Kecamatan Balapulang dan secara umum Kabupaten Tegal," harap Kondang. (dta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.