Pentingnya Kedekatan Emosional Orangtua dan Anak, Yantie Rachim Beberkan Tips Keluarga Harmonis
Soewidia Henaldi April 27, 2026 12:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis dalam keluarga, khususnya di tengah kesibukan orang tua dan tantangan perkembangan generasi saat ini.

Hal tersebut disampaikannya usai menjadi narasumber dalam kegiatan Nada dalam Nadi yang berlangsung di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa dari Universitas Prasetiya Mulya dan berkolaborasi dengan Forum Pelaku Ekonomi Kreatif (REKA) Kota Bogor sebagai upaya membangun ruang diskusi yang memperkuat empati dan hubungan antarmanusia.

Yantie Rachim menyampaikan bahwa menjaga kedekatan emosional antara orang tua dan anak menjadi hal yang sangat penting agar hubungan keluarga tetap hangat dan harmonis.

“Alhamdulillah hari ini saya diundang sebagai narasumber dalam acara Nada dalam Nadi. Kita membahas hubungan antara orang tua dan anak, bagaimana di tengah kesibukan orang tua tetap bisa menciptakan kehangatan agar anak-anak tidak lepas dari hubungan kekeluargaan yang harmonis,” ujarnya.

Sebagai founder dari Bogor Gerakan untuk Lintas Generasi (Geulis), Yantie Rachim juga menyoroti adanya kesenjangan komunikasi antargenerasi yang kerap menjadi pemicu munculnya kesalahpahaman dalam keluarga.

Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik masing-masing generasi menjadi kunci untuk mengurangi potensi konflik dan membangun hubungan yang lebih sehat.

“Nah dari situlah pentingnya gerakan lintas generasi, bagaimana kita mencoba mengurai satu per satu permasalahan. Dengan memahami nilai-nilai di setiap generasi, mudah-mudahan tidak terjadi konflik atau kesenjangan komunikasi,” jelas Yantie Rachim.

Ia turut menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat hubungan keluarga, selama digunakan secara bijak.

“Teknologi seperti media sosial, WhatsApp, dan video call bisa dimanfaatkan untuk menciptakan hubungan yang lebih akrab. Tapi jangan sampai disalahgunakan, karena teknologi juga bisa membuat yang dekat jadi jauh,” katanya.

Sementara itu, Ketua Acara, Clarissa Aretha, menyampaikan bahwa kegiatan Nada dalam Nadi diselenggarakan sebagai upaya membangun empati masyarakat terhadap pentingnya hubungan antarmanusia, khususnya dalam lingkup keluarga.

Ia menjelaskan bahwa Yantie Rachim dipilih sebagai narasumber, karena dinilai mampu merepresentasikan peran perempuan dalam keluarga, baik sebagai ibu maupun istri.

“Kami melihat Ibu Yantie Rachim sebagai figur yang relevan dengan isu yang kami angkat, sehingga dapat memberikan banyak pengetahuan dan perspektif bagi peserta,” ungkap Clarissa.

Melalui kegiatan ini, ia berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga hubungan keluarga di tengah berbagai tantangan kehidupan.

“Kami ingin mengingatkan bahwa hidup memang penuh tantangan, tetapi selalu ada sosok yang menerima kita apa adanya. Harapannya, kita semua bisa kembali pada keluarga sebagai tempat pulang,” pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.