Hendak Salat Isya, Perempuan di Banyuwangi Tewas Dibakar Suami, Warga Dengar Teriakan Histeris
Khistian Tauqid April 27, 2026 12:07 PM

TRIBUNBATAM.id - Nasib tragis dialami seorang perempuan bernama Nur Khasanah (56) yang tewas dibakar suaminya Sularni (63).

Sebenarnya Nur Khasanah sempat menjalani perawatan di RSUD Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sayangnya nyawa Nur Khasanah tak tertolong akibat luka bakar yang terjadi di sekujur tubuhnya.

Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan.

AKP Dwi juga menjelaskan Nur Khasanah mengalami luka bakar 100 persen.

Oleh karena itu, Nur Khasanah tak dapat bertahan meski mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Benar, yang perempuan meninggal dunia tadi malam," kata Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto Minggu (26/4/2026).

Sedangkan untuk pelaku Sularni juga mengalami luka bakar parah atau sekitar 85 persen.

Sularni menyiramkan bensin ke diri sendiri dan menyulut dengan korek api setelah membakar istrinya.

Tak berhenti di situ saja, AKP Dwi juga menjelaskan kronologi suami bakar istri di Banyuwangi.

Baca juga: Santri di Pamekasan Tewas Kecelakaan Maut, Korban Terlindas Mobil saat Menyeberang

Kejadian tragis tersebut terjadi di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (24/4/2026) tengah malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.50 WIB, atau menjelang tengah malam. 

Sularni tiba-tiba menyiramkan bensin kepada sang istri, Nur Khasanah.

"Ketika itu korban hendak melaksanakan salat Isya. Tiba-tiba suami keoban menyiramkan bensin ke badan korban dan langsung menyulutkan api menggunakan korek," kata Dwi, Sabtu (25/4/2026).

Sulutan korek ke tubuh yang basah oleh bensin membuat api langsung membakar tubuh korban seketika. Api merembat dengan cepat hingga menyebar ke seluruh area tubuh.

Karenanya, korban langsung pergi keluar rumah dan berteriak meminta tolong.

Teriakan kencang itu memecah keheningan tengah malam di dusun tersebut dan membangunkan para warga lain.

Teriakan korban didengar antara lain oleh kakak kandung korban bernama Maksurin dan tetangga berjama Soleh. Dua orang saksi itu melihat korban berteriak kesakitan dan tubuhnya terbakar.

"Mereka langsung menolong korban dengan cara menyiramkan air yang ada di kamar mandi menggunakan ember," sambung dia.

Setelah api pada tubuh korban padam, para saksi melihat adanya kobaran api di dalam kamar rumah. Mereka langsung masuk untuk melihat sumber api.

"Mereka mendapati terduga pelaku sudah dalam keadaan tengkurap dan terdapat api disekujur tubuhnya," ucap dia.

Kedua saksi langsung berusaha memadamkan api pada tubuh sang suami pembakar istri. Kuat dugaan, sang suami menyiram sisa bensin pada tubuhnya sendiri dan membakar diri usai mencelakai sang istri.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.