Microsoft Tawarkan Pensiun Dini ke Karyawan, Pesangon Bisa Capai Rp 3 Miliar
Faisal Zamzami April 27, 2026 12:24 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Microsoft mengambil langkah mengejutkan di tengah meningkatnya biaya persaingan kecerdasan buatan (AI) global. 

Perusahaan pembuat Windows ini resmi menawarkan program pensiun dini sukarela bagi sebagian karyawannya—kebijakan yang disebut sebagai yang pertama dalam 51 tahun sejarah perusahaan.

Keputusan ini langsung berdampak ke pasar. Saham Microsoft dilaporkan turun lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis (waktu AS), dan ikut menyeret saham perusahaan perangkat lunak lainnya.

Skema “Rule of 70”

Program ini ditujukan khusus bagi karyawan Microsoft di Amerika Serikat.

Berdasarkan data Juni 2025, Microsoft memiliki sekitar 125.000 karyawan di AS, dan sekitar 7 persen atau 8.750 orang masuk dalam target program ini.

Penentuan kelayakan menggunakan formula “Rule of 70”. Artinya, karyawan dapat mengajukan pensiun dini jika jumlah usia dan masa kerja mereka mencapai minimal 70.

Program ini berlaku untuk posisi Senior Director ke bawah, namun tidak mencakup karyawan dalam skema insentif penjualan.

Baca juga: VIDEO Microsoft Laporkan Kabel Optik di Laut Merah Putus, Ulah Houthi ?

Bocoran Pesangon Menggiurkan

Rincian resmi pesangon akan diumumkan pada 7 Mei mendatang.

Namun, mengacu pada standar sebelumnya, kompensasi yang diberikan tergolong besar.

Biasanya, Microsoft memberikan:

-Gaji pokok selama 12 minggu

-Tambahan 2 minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja

Sebagai ilustrasi, karyawan dengan masa kerja 20 tahun dan gaji tahunan 180.000 dolar AS (sekitar Rp 3 miliar) berpotensi menerima pesangon sebesar gaji satu tahun penuh.

Saat gelombang PHK tahun 2023, CEO Satya Nadella juga memberikan pencairan saham lebih awal serta asuransi kesehatan selama enam bulan.

Strategi Retensi Talenta AI

Selain program pensiun dini, Microsoft juga mengubah sistem penghargaan karyawan.

Kini, pembagian saham dipisahkan dari bonus tunai, sehingga manajer memiliki fleksibilitas lebih dalam memberi insentif kepada karyawan berprestasi.

Langkah ini dianggap penting untuk mempertahankan talenta AI agar tidak direkrut oleh pesaing.

Beban Investasi AI Membengkak

Program efisiensi ini tidak lepas dari meningkatnya biaya investasi di sektor AI.

Microsoft terus memperbesar kapasitas pusat data untuk memenuhi lonjakan permintaan layanan berbasis AI.

Total belanja modal gabungan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Apple, Meta, Amazon, dan Alphabet mencapai 383 miliar dolar AS tahun lalu, dan diperkirakan menembus 500 miliar dolar AS pada 2026.

Khusus Microsoft, pengeluaran diproyeksikan melonjak dari 44,5 miliar dolar AS pada 2024 menjadi sekitar 98 miliar dolar AS pada 2026.

CFO Microsoft, Amy Hood, menegaskan bahwa perusahaan akan berupaya menyeimbangkan lonjakan investasi tersebut dengan pertumbuhan pendapatan.

 

Baca juga: Meulaboh Diselimuti Mendung, Warga Diminta Waspada Hujan Malam Hari

Baca juga: Isu Reshuffle Menguat, Prabowo Dikabarkan Akan Rombak Kabinet Hari Ini, Istana Lakukan Persiapan

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.