TRIBUNBEKASI.COM, SURABAYA- HGI City Cup 2026 Surabaya Fest tak hanya menghadirkan kompetisi domino, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Digelar di Grand City Mall Surabaya, event ini menjadi ruang pertemuan antara aktivitas esports dan sektor ekonomi masyarakat.
Sejak hari pertama penyelenggaraan, area acara dipadati pengunjung yang tak hanya menyaksikan turnamen, tetapi juga mengunjungi berbagai booth UMKM yang ikut meramaikan kegiatan.
Kondisi itu memicu perputaran ekonomi di area venue sekaligus membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Konsep yang dibawa HGI memadukan aktivitas digital dengan pengalaman langsung di lapangan.
Model tersebut membuat event bukan sekadar ajang kompetisi domino, melainkan juga menjadi platform yang menggerakkan berbagai sektor secara bersamaan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya menilai konsep tersebut relevan dengan kebutuhan pengembangan ekonomi saat ini.
“Ini konsep yang menarik, karena menggabungkan aktivitas digital dengan kegiatan langsung, sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM di Surabaya,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara event digital dan pelaku usaha lokal bisa memberi dampak ekonomi yang lebih luas.
Berbeda dari event konvensional yang umumnya berlangsung singkat, HGI City Cup Surabaya Fest digelar selama delapan minggu.
Durasi itu memberi kesempatan lebih besar bagi UMKM untuk memperoleh eksposur berkelanjutan dan menjaga stabilitas penjualan selama event berlangsung.
Tingginya antusiasme pengunjung juga dinilai menunjukkan pendekatan berbasis komunitas dan pengalaman publik mampu menarik perhatian masyarakat secara luas.
Tak hanya kalangan pemain, turnamen domino sebagai bagian dari esports juga menghadirkan pengunjung dari masyarakat umum.
Melalui konsep tersebut, HGI City Cup 2026 Surabaya Fest dinilai bukan hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi medium yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain memperkuat ekosistem kreatif di kota, event ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan ajang esports yang memberi kontribusi langsung bagi masyarakat.