Detik-detik Kapten Asal Indonesia Ditembak Perompak Somalia: Assalamualaikum I Am Muslim Don't Shot
Tommy Kurniawan April 27, 2026 03:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Insiden pembajakan kapal kembali mengguncang perairan rawan di sekitar Laut Somalia.

Kapal tanker Honour 25 yang dinakhodai pelaut asal Gowa, Sulawesi Selatan, Ashari Samadikun (33), diserang kawanan perompak bersenjata pada 21 April 2026.

Detik-detik mencekam saat kapal dikejar hingga dikuasai perompak diungkap langsung oleh Ashari melalui sambungan video call kepada rekannya.

Dalam kesaksiannya, ancaman sebenarnya sudah terdeteksi sejak pagi hari.

“Sempat terlihat satu perahu dari jarak sekitar tiga mil, seperti memantau dari belakang,” ujarnya dalam rekaman yang beredar, Senin (27/4/2026).

Namun, kelalaian kru yang tidak segera melaporkan situasi tersebut membuat kondisi memburuk.

Menjelang dini hari, tepat sekitar pukul 02.00, kapal tiba-tiba dikepung tiga perahu sekaligus.

Baca juga: Kursi Kabinet Bergejolak, Nama-nama Baru Mencuat, Prabowo Siap Reshuffle Kabinet

Baca juga: Kekerasan di Daycare Little Aresha Terbongkar, Polisi Temukan Anak Diikat

Dikepung, Diberondong Tembakan

Situasi berubah drastis ketika Ashari menyadari para perompak membawa senjata api.

“Pas saya lihat pakai teropong, mereka bawa senjata. Di situ saya bilang, habis kita,” tuturnya.

Ia langsung menginstruksikan seluruh kru untuk bersiaga. Namun, serangan datang lebih cepat dari perkiraan.

Tembakan dilepaskan ke arah kapal, bahkan kamar sang kapten menjadi sasaran.

“Saya langsung kunci kamar, tapi tidak lama mereka berondong pintu,” katanya.

Dalam kondisi genting, Ashari sempat mengirim pesan suara kepada keluarga dan pihak kantor sebelum akhirnya para perompak berhasil naik ke kapal.

Seluruh kru diminta keluar dan menyerah dengan tangan di atas.

Ditodong Senjata, Selamat karena Identitas

Momen paling menegangkan terjadi saat pemimpin kelompok perompak mendobrak kamar Ashari dan menodongkan senjata ke kepalanya.

Namun, situasi mendadak mencair setelah terjadi percakapan singkat.

“Saya bilang saya Muslim Indonesia. Dia jawab ‘Assalamualaikum’, saya balas. Dari situ agak tenang,” ungkapnya.

Meski demikian, para perompak tetap menguasai kapal dan mengumpulkan seluruh barang berharga milik kru.

Hingga kini, Ashari bersama 16 kru lainnya masih berada dalam kendali kelompok bersenjata tersebut.

Belum ada kepastian terkait tuntutan tebusan.

Ibu Menangis, Mohon Bantuan Presiden

Di kampung halaman, keluarga Ashari diliputi kecemasan.

Ibunya, Siti Aminah (57), bahkan memohon langsung kepada Prabowo Subianto agar turun tangan.

“Saya minta tolong Pak Prabowo, bantu anak saya,” ucapnya dengan suara bergetar.

Menurutnya, Ashari adalah tulang punggung keluarga dan sosok yang sangat bertanggung jawab.

Kecemasan semakin menjadi karena ancaman yang diterima para kru.

Sempat Diancam Dieksekusi

Istri korban, Santi Sanaya (26), mengungkapkan bahwa suaminya sempat mengirim pesan suara saat kejadian berlangsung.

“Dia bilang kapalnya diserang bajak laut. Setelah itu sudah tidak bisa dihubungi,” katanya.

Dalam komunikasi terakhir melalui video call, Ashari memastikan dirinya masih selamat, namun situasi di kapal berubah-ubah.

Bahkan, para kru disebut sempat mendapat ancaman akan dieksekusi jika tebusan tidak dipenuhi.

Komposisi Kru Internasional

Berdasarkan data manifes, kapal Honour 25 membawa 17 kru dari berbagai negara.

Di antaranya 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu orang dari Myanmar, Sri Lanka, dan India.

Sementara dari Indonesia terdapat empat kru, termasuk Ashari sebagai kapten.

Kasus ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko pelayaran di kawasan rawan pembajakan seperti Laut Somalia.

Kini, keluarga korban hanya bisa berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat demi menyelamatkan seluruh awak kapal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.