Polemik Tayangan VAR di Laga Persiba Versus PSS, I.League Sebut Hanya Gangguan Siaran
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Operator Pegadaian Championship 2025/26, I.League, memberikan penjelasan atas beredarnya potongan tayangan siaran yang memperlihatkan ruang Video Assistant Referee (VAR) tampak kosong dalam laga Persiba Balikpapan kontra PSS Sleman di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (26/4/2026).
Dalam keterangan resminya, I.League memastikan, seluruh proses penggunaan VAR pada pertandingan tersebut berlangsung normal dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tidak ada gangguan dalam aspek pengambilan keputusan wasit di lapangan.
Baca juga: Banyak Kontroversi, UEFA Godok Perubahan Aturan VAR, Jadi Era Baru?
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa seluruh perangkat dan personel VAR—mulai dari VAR, Assistant VAR (AVAR), hingga Replay Operator (RO)—berada di posisi dan menjalankan tugasnya selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, potongan tayangan yang beredar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, melainkan dipicu oleh kesalahan teknis pada sistem penayangan.
“I.League memastikan seluruh proses VAR berjalan sesuai standar dan protokol. Tidak ada kendala dalam operasional pengambilan keputusan,” ujar Ferry, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, gangguan terjadi pada sisi produksi siaran, sehingga visual yang tampil kepada publik tidak sinkron dengan kondisi real-time di ruang VAR.
“Tayangan tersebut disebabkan system error pada penayangan, sehingga tidak merepresentasikan situasi aktual di ruang VAR,” lanjutnya.
Ferry juga menegaskan bahwa setiap keputusan yang melibatkan on-field review tetap melalui koordinasi penuh antara wasit utama dan tim VAR. Jalur komunikasi dan alur kerja disebut berjalan normal sesuai regulasi kompetisi.
“I.League berkomitmen menjaga integritas kompetisi serta memastikan penggunaan VAR berlangsung profesional, transparan, dan akuntabel,” tutupnya.
Sebagai konteks, polemik terkait VAR bukan kali pertama muncul dalam kompetisi sepak bola Indonesia sejak teknologi ini mulai diimplementasikan secara bertahap. VAR kerap menjadi sorotan publik karena dianggap sebagai instrumen krusial dalam menentukan keputusan-keputusan penting, seperti gol, penalti, atau pelanggaran kartu merah.
Di sisi lain, literasi publik terhadap cara kerja VAR serta kompleksitas sistem siaran masih menjadi tantangan tersendiri.
Potongan tayangan yang tidak utuh atau tidak sinkron sering kali memicu spekulasi, terutama di era distribusi cepat melalui media sosial.
Dalam beberapa kasus, perbedaan antara feed internal VAR dan tayangan broadcast memang dapat terjadi akibat gangguan teknis, tanpa memengaruhi proses pengambilan keputusan itu sendiri.
Karena itu, operator kompetisi menilai penting adanya rujukan pada informasi resmi guna menghindari kesimpulan yang keliru, sekaligus menjaga kepercayaan terhadap sistem dan integritas pertandingan.