Coba Selundupkan Sabu ke Lapas, Perempuan di Semarang Dapat Upah Rp1,5 Juta dari Ibu Mertua
rika irawati April 27, 2026 01:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Perempuan berinisial AP diamankan polisi di area parkir Lapas Kedungpane Semarang, Jawa Tengah.

Saat digeledah, AP menyembunyikan sabu di telapak kaki kiri serta tujuh butir ekstasi (inex).

AP berniat menyelundupkan narkotika itu ke dalam Lapas Kedungpane dengan imbalan Rp1,5 juta.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yos Guntur mengungkapkan, upaya penyelundupan narkoba tersebut digagalkan berkat informasi dari masyarakat.

Tim Unit I Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah pimpinan Kompol Edi Hartono kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan observasi di sekitar lokasi. 

Baca juga: Tempat Tinggal Warga Binaan Lapas Kedungpane Semarang Digerebek, Petugas Temukan HP Hingga Narkoba

Hingga akhirnya, Kamis (24/4/2026), sekitar pukul 09.00 WIB, petugas mengamankan AP.

"Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat yang kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan."

"Modus yang digunakan cukup rapi, dimana pelaku menyembunyikan narkotika di bagian tubuh untuk menghindari pemeriksaan," kata Guntur, Senin (27/4/2026).

Disuruh Mertua

Yang membuat kaget, kepada polisi, AP mengaku menyelundupkan narkotika ke lapas atas suruhan ANF, ibu mertuanya.

ANF menjanjikan imbalan Rp1,5 juta kepada AP jika berhasil mengantar paket itu kepada seorang narapidana di dalam lapas. 

Dari pemeriksaan, ANF mengakui perannya sebagai pihak yang memerintahkan pengiriman narkotika sekaligus penghubung dengan jaringan di dalam lapas. 

ANF mendapatkan barang harap tersebut dari seorang narapidana berinisial AS (dalam penyelidikan) yang berada di dalam Lapas Kedungpane. 

AS menjanjikan imbalan Rp7,5 juta apabila berhasil menyelundupkan barang haram tersebut. 

"Saat ini, kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas," tegasnya. 

Modus Makin Beragam

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto, mengajak masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus peredaran narkotika yang semakin beragam. 

"Peredaran narkoba, saat ini, tidak mengenal latar belakang, bahkan melibatkan relasi keluarga."

"Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan sesaat," ujarnya. 

Baca juga: Gagal Berangkat Umrah Berkali-kali, Warga Geruduk Agen Travel di Java Supermall Semarang

Artanto menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam membantu kepolisian memberantas peredaran narkotika. 

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba." 

"Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika," ujarnya. (Kompas.com/Muchamad Dafi Yusuf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.