10 Jemaah dari Embarkasi Solo Dipulangkan, PPIH Imbau Calon Haji Kurangi Aktivitas Berat
Putradi Pamungkas April 27, 2026 01:31 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengingatkan jemaah calon haji (JCH) yang belum berangkat ke Tanah Suci untuk menjaga kondisi kesehatan.

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya jemaah yang dipulangkan karena tidak memenuhi syarat kesehatan atau istitaah, sehingga berdampak pada kosongnya sejumlah kursi penerbangan haji.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 10 jemaah calon haji Embarkasi Solo dipulangkan karena dinyatakan tidak layak terbang.

Selain itu, masih ada delapan jemaah yang tengah menjalani perawatan dan observasi.

Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Ulang

Fitriyanto menjelaskan bahwa seluruh jemaah sebenarnya telah dinyatakan layak terbang di tingkat kabupaten/kota.

Namun, pemeriksaan kesehatan ulang tetap dilakukan saat tiba di Asrama Haji Donohudan untuk memastikan kondisi terbaru jemaah.

“Sejak di kabupaten/kota sebenarnya sudah selesai (dinyatakan layak terbang). Tapi sampai di asrama tentu kita evaluasi lagi melalui pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

CALON HAJI - Ilustrasi jemaah calon haji yang tiba di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, beberapa waktu lalu. Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengingatkan jemaah calon haji yang belum berangkat ke Tanah Suci untuk menjaga kondisi kesehatan.
CALON HAJI - Ilustrasi jemaah calon haji yang tiba di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, beberapa waktu lalu. PPIH Embarkasi Solo mengingatkan jemaah calon haji yang belum berangkat ke Tanah Suci untuk menjaga kondisi kesehatan. (TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso)

Jika ditemukan kondisi yang tidak memungkinkan untuk terbang, jemaah akan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Dalam beberapa kasus, mereka dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

10 Jemaah Dipulangkan, 8 Masih Dirawat

Dari hasil pemeriksaan terbaru, 10 jemaah dipastikan tidak dapat melanjutkan perjalanan ibadah haji.

Sementara itu, delapan jemaah lainnya masih dalam penanganan medis.

Rinciannya, lima jemaah dirujuk ke RS Moewardi Surakarta, sedangkan tiga lainnya masih menjalani observasi di poliklinik Embarkasi Solo.

Kondisi ini turut berdampak pada operasional keberangkatan, terutama terkait ketersediaan kursi dalam setiap kloter penerbangan.

Baca juga: Delapan Jemaah Haji di Embarkasi Solo Sakit, Lima di Antaranya Dirujuk ke RS Moewardi

29 Kursi Kosong dari 17 Kloter Penerbangan Haji

Akibat sejumlah jemaah yang batal berangkat, tercatat ada 29 kursi kosong (open seat) dari total 17 kloter yang sudah diberangkatkan.

Setiap kloter penerbangan haji Embarkasi Solo berisi 360 jemaah. Namun, faktor kesehatan menyebabkan sebagian kursi tidak terisi.

Imbauan Jaga Kesehatan dan Kurangi Aktivitas Berat

Fitriyanto kembali mengingatkan para jemaah yang masih menunggu keberangkatan agar menjaga kondisi fisik dengan baik, terutama dengan mengurangi aktivitas berat dan tidak memaksakan diri.

“Kurangi aktivitas, jangan terlalu capek,” katanya.

Baca juga: Sepekan Operasional, Embarkasi Solo Berangkatkan 5.731 Jemaah Haji ke Tanah Suci

Selain itu, pihak Embarkasi Solo juga telah memangkas kegiatan seremonial saat kedatangan jemaah di Asrama Haji Donohudan.

Kebijakan ini bertujuan agar jemaah bisa langsung beristirahat sebelum penerbangan.

“Bisa langsung istirahat dan makan sesuai waktunya. Hal itu untuk mengurangi risiko jemaah kelelahan,” jelasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.