Penanganan Kasus Wair Pu’an Mandek 5 Tahun, GMNI Sampaikan 5 Tuntutan ke Kejari Sikka
Gordy Donovan April 27, 2026 01:47 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sikka menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka, NTT, Senin (27/4/2026), untuk mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi proyek pipanisasi Perumda Wair Pu’an.

Massa yang datang bersama kelompok Tim 9 (Suara Rakyat untuk Keadilan) menuntut kepastian hukum atas kasus yang disinyalir merugikan negara sebesar Rp 6,75 miliar tersebut karena dinilai mandek selama lima tahun terakhir

Lima Tuntutan GMNI Sikka

Dalam aksi tersebut, DPC GMNI Sikka secara resmi membacakan dan menyerahkan lima poin tuntutan sebagai bentuk pernyataan sikap tegas mereka, yakni:

1. Segera Naik ke Penyidikan

 Mendesak aparat penegak hukum untuk segera meningkatkan status perkara dugaan korupsi Perumda Wair Pu’an ke tahap penyidikan tanpa alasan yang dibuat-buat.

Baca juga: BREAKING NEWS: GMNI dan Tim 9 Geruduk Kejari Sikka, Desak Penuntasan Dugaan Korupsi Perumda Wairpuan

2. Keterbukaan Informasi (SP2HP)

3. Kecam Ketidakseriusan APH

Mengecam segala bentuk pembiaran, ketidakseriusan, dan praktik-praktik yang berpotensi melemahkan proses penegakan hukum di Kabupaten Sikka.

4. Menjaga Independensi

Mengingatkan aparat penegak hukum agar tetap terikat pada prinsip profesionalitas, independensi, dan integritas, serta tidak tunduk pada kepentingan kekuasaan.

5. Ancaman Aksi Lanjutan

GMNI menyatakan kesiapan untuk kembali turun ke jalan dan melakukan aksi lebih besar jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat.

Baca juga: Personel Gabungan Tertibkan PKL di Eks Pasar Geliting Sikka, Pedagang Diarahkan ke Pasar Wairkoja

Ketua DPC GMNI Sikka, Wilfridus Iko, menyatakan bahwa pihaknya menuntut APH agar segera meningkatkan status perkara proyek pipanisasi air minum tersebut ke tahap penyidikan.

"Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera meningkatkan status perkara dugaan korupsi Perumda Wair Pu’an ke tahap penyidikan tanpa alasan yang dibuat-buat," ujar Wilfridus dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin sore.

Pantauan di lokasi, massa aksi memulai jalan kaki dari Sekretariat GMNI di Kelurahan Kota Baru menuju Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Sikka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.