TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Program pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kalimantan Utara (Kaltara) terus berjalan, meski hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan gerai dan belum ada yang resmi beroperasi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPK dan UKM) Kaltara Hasriyani, menyampaikan dari total 411 koperasi desa yang telah terbentuk, saat ini fokus masih pada percepatan pembangunan gerai di masing-masing wilayah.
Menuru, untuk skala usaha maupun permodalan, koperasi desa tidak perlu menunggu karena sudah didukung melalui alokasi dana desa (ADD).
Dana tersebut bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan.
Baca juga: Alokasi Dana Desa 2026 untuk Koperasi Desa Merah Putih, 13 Desa di Tana Tidung Mulai Bangun Gerai
“Untuk permodalan tidak menunggu, karena menggunakan alokasi dana desa. Informasinya langsung dari Kementerian Keuangan yang akan menyalurkan ke desa,” ujar Hasriyani, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan gerai koperasi desa ini dilakukan secara bertahap dan diperkirakan berlangsung hingga tiga tahun, dengan nilai anggaran yang cukup besar.
Saat ini, sebagian besar koperasi desa masih dalam tahap penyediaan lahan dan pembangunan fisik gerai. Tidak semua desa dapat langsung membangun, karena terdapat sejumlah persyaratan, seperti status lahan yang harus jelas dan tidak dalam sengketa.
“Lahan yang digunakan harus merupakan aset pemerintah daerah atau hibah yang sah. Jadi memang tidak semua desa bisa langsung membangun gerai,” jelasnya.
Di Kabupaten Bulungan, misalnya, jumlah lahan yang siap untuk pembangunan gerai koperasi masih terbatas. Di Tanjung Selor sendiri, diperkirakan baru sekitar 15 lokasi yang siap.
Baca juga: Bupati Bulungan Optimis, Sinergi Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDes Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Salah satunya di Kopdes yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Tampak bangunan dengan luas 20 x 25 meter berdiri megah dengan polesan cat putih untuk tembok dan merah untuk pintu gerai serta atap. Meski belum masuk tahap finishing, namun progres bangunan sudah mencapai 80 persen.
Meski demikian, terdapat beberapa daerah yang menunjukkan progres pembangunan cukup signifikan, seperti di Kota Tarakan. Di wilayah Juata Permai, pembangunan gerai koperasi disebut telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen.
Namun, Hasriyani menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada gerai koperasi desa yang benar-benar beroperasi, karena seluruhnya masih dalam tahap pembangunan.
“Belum ada yang beroperasi. Semuanya masih dalam proses pembangunan gerai,” tegasnya.
Baca juga: Bupati Bulungan Optimis, Sinergi Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDes Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Ia menambahkan, ke depan koperasi desa diharapkan dapat bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah lebih dulu berjalan, sehingga tidak terjadi persaingan, melainkan kemitraan yang saling menguatkan.
“Koperasi desa dan BUMDes seharusnya bisa bermitra, bukan menjadi kompetitor. Tujuannya sama-sama untuk menggerakkan ekonomi desa,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu