Lita Gading Sentil Daycare Little Aresha Jogja: Karyawannya Berpendidikan tapi Mental Terganggu
Satrio Sarwo Trengginas April 27, 2026 02:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Psikolog sekaligus influencer, Lita Gading menyoroti keras kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha, Yogyakarta yang menyeret sejumlah pengasuh.

Meskipun para pelaku disebut memiliki latar belakang pendidikan, katanya, hal tersebut tidak menjamin adanya rasa  perikemanusiaan dalam praktik pengasuhan anak.

"Gila, orang enggak punya perikemanusiaan dan dia pengennya duitnya saja," ujar Lita Gading seperti dikutip dari Instagramnya pada Senin (27/4/2026). 

Menurutnya, keberadaan daycare menjadi solusi bagi orang tua yang tidak memiliki pendamping di rumah. 

Orang tua berharap buah hatinya mendapatkan pembinaan, pelatihan, serta stimulasi yang mendukung tumbuh kembang.

Namun, Lita menegaskan bahwa tidak semua daycare memiliki kualitas buruk.

Ia menyebut masih banyak tempat penitipan anak yang dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.

"Karena yang namanya daycare itu tidak semuanya jelek ada juga yang bagus," katanya.

Latar belakang pendidikan pelaku disorot

Meski demikian, ia mempertanyakan kondisi para pengasuh dalam kasus ini.

Lita menilai, latar belakang pendidikan para pelaku justru menjadi ironi.

"Ini kalau saya lihat, orang-orangnya semua berpendidikan loh. tapi kenapa kayak begini, berarti mentalnya yang terganggu," ujarnya.

Ia pun menekankan pentingnya sistem rekrutmen yang ketat dalam pengelolaan daycare.

Menurutnya, calon pengasuh harus melalui serangkaian tes dan mekanisme seleksi yang jelas sebelum diterima bekerja.

“Jadi, untuk mengambil atau melihat atau merekrut karyawannya harus dalam kondisi yang memang bener-bener baik, harus dites dan harus ada mekanismenya. Tidak mudah loh punya daycare itu, jadi harus sistem pengawasannya harus jelas, dari pelatihnya harus jelas, dari pembinanya harus jelas, dari pemiliknya harus jelas dan semuanya harus terakreditasi. Jangan yang abal-abal," tegasnya.

Selain itu, Lita juga mengingatkan para orang tua untuk benar-benar siap secara lahir dan batin sebelum memutuskan memiliki anak.

Pasalnya, orang tua harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap risiko yang ada.

"Jadi kepada orang tua, kalau memang anda belum siap punya anak, ya siap itu artinya kalian itu siap untuk berhenti bekerja, atau kalau memang belum ada uang usahakan kalau kita udah siap memiliki anak berarti kita juga harus siap lahir dan batin," ucapnya.

Ia juga menyarankan agar orang tua lebih selektif dalam memilih daycare, terutama memastikan tempat tersebut memiliki akreditasi yang jelas.

"Kalau bisa jangan dititipkan di daycare apalagi daycare-nya yang abal-abal, yang tidak terakreditasi. Ini pelajaran buat kita semua jangan sampai anak kita yang jadi korban, kasihan ya, itu parah ya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Lita juga meminta aparat kepolisian untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

Ia bahkan secara khusus menyampaikan pesan kepada Kapolres Yogyakarta agar tidak melepas perhatian terhadap kasus tersebut.

"Kepada Kapolresta Yogyakarta, saya kenal dengan anda. Tolong ya saya kawal kasus ini jangan sampai ini lepas dari pantauan kita," katanya.

Lita menyoroti adanya dugaan pembiaran dalam kasus tersebut.

Ia menyebut, meski disebut sudah ada 13 orang yang dinyatakan bersalah, tetapi terkesan orang di sekitar lokasi daycare diam.

"Katanya sudah 13 orang dinyatakan bersalah. Bagus orang-orang di sana kok pada tutup telinga ya, kok enggak bisa melihat satu sama lain melihat melakukan kekerasan fisik dan verbal tapi kok diam-diam aja, berarti kongkalikong. Berarti satu sama lain sama dong," pungkasnya.

Sebelumnya, Daycare Little Aresha digerebek aparat kepolisian pada Jumat sore (24/4). Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizki Adrian menjelaskan, diduga kuat beberapa oknum di dalamnya melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak. 

Polisi mulanya mendapat laporan masyarakat terkait dugaan kekerasan dan diskriminatif yang dialami para anak-anak di sana.

Ada pula anak-anak selalu menangis setiap hendak diantar ke lokasi penitipan.

Hasil pendalaman pihak kepolisian, di antaranya total yang dititipkan di daycare tersebut ada 103 anak, namun yang benar-benar mendapat tindakan kekerasan sekitar 53 anak dengan rentang usia di bawah 2 tahun.

Polisi menemukan fakta bahwa terjadi perlakuan tidak manusiawi, mulai dari tindakan diskriminatif hingga kekerasan terhadap anak-anak. 

Tindakan-tindakan itu di antaranya ada anak-anak yang diikat kakinya, tangannya diikat, dan beberapa dari anak mengalami luka-luka.

Adrian menuturkan berdasarkan lama kerja para pengasuh yang lebih dari satu tahun, diperkirakan tindakan kekerasan yang dialami anak-anak di sana berlangsung lebih dari satu tahun lamanya.

Berita terkait

  • Baca juga: Disindir Lita Gading, Hendrik Irawan Klarifikasi Rp6 Juta Sehari Tapi Belum Balik Modal:Siap Diaudit
  • Baca juga: Jogetnya Bikin Lita Gading Geram, Mitra MBG Hendrik Irawan Ngaku Fans: Beliau Sosok Wanita Tangguh
  • Baca juga: Sosok Lita Gading Penggugat Tunjangan Pensiun Seumur Hidup DPR ke MK, Kini Soroti Joget Mitra MBG

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.