Laporan wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pengendara motor tersiram adonan semen saat berhenti di lampu merah kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @marryyyanti8 dan berdurasi sekitar 50 detik.
Dalam rekaman itu terlihat seorang perempuan yang dibonceng bersama seorang pria, dengan kondisi pakaian, helm, hingga kendaraan mereka kotor akibat semburan material semen.
Tak hanya mereka, beberapa pengendara lain yang berada di lokasi juga tampak mengalami hal serupa, yakni terkena percikan adonan semen yang diduga berasal dari proyek pembangunan underpass yang tengah berlangsung di sekitar lokasi.
Baca juga: Komplotan Curanmor Bersenjata Api yang Tembaki Polisi di Ciruas Serang Ditangkap di Pelabuhan Merak
Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menjelaskan kejadian itu terjadi pada Sabtu (25/4/2026), saat dirinya bersama suami berhenti di lampu merah.
Ia menduga semburan tersebut terjadi karena pekerja proyek kurang berhati-hati saat melepas pipa yang masih berisi adonan semen.
“Tadi sepulang kerja, pas lampu merah berhenti, di samping lagi konstruksi underpass. Itu tukang kurang hati-hati, kenapa lepas pipa masih ada isi adonan semen, alhasil nyembur ke beberapa pemotor dan mobil,” tulisnya, dikutip Senin (27/4/2026).
Akibat kejadian itu, dirinya mengaku seluruh bagian tubuhnya mulai dari kepala hingga kaki terkena lumpur semen. Tas yang dibawanya pun ikut kotor dan sulit dibersihkan meski telah direndam di rumah.
“Aku dan suami posisinya persis disampingnya (proyek underpass). Akhirnya kotor semua dari kepala sampai kaki kena adonan lumpur,” ungkapnya.
“Pembangunan jalan tidak ada pembatas tinggi bisa mencelakai orang lain, kalau posisi kaca helm kebuka gak kebayang tuh,” tulisnya dalam unggahan lain.
Unggahan tersebut pun menuai beragam reaksi warganet. Tidak sedikit yang menyayangkan insiden itu dan menilai proyek pembangunan seharusnya lebih memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.
Beberapa warga bahkan menilai kejadian tersebut berpotensi membahayakan, terutama jika material mengenai bagian wajah atau mata pengendara.
“Saya pernah jatuh gara-gara ada molen semen bocor di jalan. Motor saya lecet-lecet, badan saya penuh semen tapi tidak ada tindakan apa-apa,” tulis akun @riaa-07.
“Gak kebayang kalau pas berangkat kerja,” komentar akun @nur_rochim.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menyebut proyek tersebut bukan berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan bahwa proyek jalan di kawasan Bitung Jayanti termasuk pembangunan underpass merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.
“Nanti saya sampaikan ke penyelenggara jalan nasional ya, Pak. Jalan Bitung-Jayanti dan underpass Bitung kewenangannya Dirjen Bina Marga Kementerian PU,” ujarnya kepada TribunBanten.com, melalui pesan whatsapp, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, pimpinan proyek bernama Donal turut memberikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait insiden tersebut.
“Walaikum salam, selamat siang Pak. Terkait video tersebut, kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya Pak,” ujar Donal melalui pesan whatsapp.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyiapkan pagar pembatas di sepanjang area pekerjaan.
Namun, saat dilakukan uji coba pengalihan arus lalu lintas bersama Polres Metro Tangerang Selatan, sebagian pagar diminta untuk diturunkan sementara karena mengganggu pandangan pengendara terhadap lampu lalu lintas.
“Untuk pagar pembatas, kita sudah menyiapkan full di sepanjang area pekerjaan, hanya kemarin pada saat uji coba pemindahan jalur lalu lintas bersama Polres Metro Tangsel di lokasi pekerjaan, pagar pembatas pada bagian tersebut diminta untuk diturunkan karena mengganggu pandangan pengendara,” jelasnya.
Donal menambahkan, saat ini pagar pembatas telah dipasang kembali secara penuh untuk mencegah kejadian serupa.
“Dan saat ini pagar pembatas sudah kami kembalikan seperti semula dan dipasang kembali untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan," katanya.
"Petugas lalu lintas juga kami siagakan di pertigaan Bitung untuk membantu kelancaran lalu lintas,” jelasnya.
Ia juga mengimbau pengendara untuk tidak berhenti di titik yang tidak disarankan serta tetap berhati-hati saat melintas di area proyek.
“Dan kami menghimbau untuk pengemudi agar tidak berhenti di lokasi tidak disarankan dan tetap berhati-hati berkendara. Terima kasih,” tutupnya.