Cegah Stunting, Kelompok 3B di Bener Meriah Mulai Terima Program Makanan Bergizi Gratis
Sri Widya Rahma April 27, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bener Meriah, Ny Meutia Fauziah Tagore Abubakar, meninjau langsung penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Batin Baru, Kecamatan Bandar, Senin (27/4/2026). 

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Gelar Layanan Adminduk Khusus Korban Bencana pada 27-28 April

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka stunting.

Hal ini melalui sasaran prioritas yang disebut sebagai kelompok 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui) dan balita non-PAUD.

Sementara hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim yang memberikan dukungan penuh terhadap integrasi program MBG dengan program Bangga Kencana. 

Program Kolaborasi BKKBN dan Badan Gizi Nasional

Kepala Dinas P3AKB Bener Meriah, Edi Jaswin menjelaskan bahwa kolaborasi antara BKKBN dan Badan Gizi Nasional ini bertujuan memastikan intervensi gizi tepat sasaran pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Berangkatkan 275 Jemaah Haji Tahun 2026, Ada yang Berusia Satu Abad Lebih

Validasi data penerima manfaat dilakukan secara ketat oleh BKKBN untuk menjamin bahwa asupan nutrisi tambahan benar-benar menjangkau kelompok paling rentan guna mencegah munculnya kasus stunting baru di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, program MBG 3B fokus pada tiga pilar utama kualitas sumber daya manusia: mencegah anemia dan risiko Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) pada ibu hamil, memastikan kualitas ASI maksimal dari ibu menyusui, serta mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan otak balita.

"Jadi tujuan utama kita ini untuk mencegah stunting baru, meningkatkan gizi masyarakat, dan mendukung tumbuh kembang anak," ujar Edi Jaswin.

Lalu Edi Jaswin menekankan bahwa peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) menjadi garda terdepan untuk memastikan distribusi bantuan nutrisi ini berjalan efektif di lapangan.

Menurunkan Prevalensi Stunting 

​Sementara Ketua TP-PKK Bener Meriah, Ny Meutia Fauziah Tagore Abubakar menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar nasional untuk menurunkan prevalensi stunting secara signifikan menuju target tahun 2029. 

Menurutnya, pemenuhan gizi yang optimal sejak masa kehamilan hingga balita adalah investasi krusial dalam menciptakan keluarga berkualitas dan menurunkan angka kematian ibu serta bayi. 

"Maka melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan setiap anak di Bener Meriah memiliki kesempatan tumbuh kembang yang sempurna sejak usia dini," pungkasnya. (*)

Baca juga: Wujudkan Birokrasi Profesional, Pemkab Bener Meriah Gelar Uji Kompetensi Pejabat Pratama

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.