Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 360 calon jamaah haji Kabupaten Bireuen yang akan berangkat pada musim haji tahun 2026 menjalani prosesi peusijuk di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Syariat Islam Bireuen ini diawali oleh Imum Syiek Masjid Agung Sultan Jeumpa Tgk Saifuddin Muhammad, S.HI., M.H., dilanjutkan Tgk Muhammad Hafidz, S.Sy., serta Tgk H. Ismuar, S.Ag.
Acara turut dihadiri Bupati Bireuen, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen, serta keluarga jamaah.
Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Munawar, SKM, M.Kes, melaporkan jumlah jamaah haji tahun ini sebanyak 360 orang yang terbagi dalam dua kloter.
Kloter 5 BTJ berjumlah 148 jamaah dan akan bergabung dengan jamaah Aceh Tengah, berangkat dari Bireuen pada Jumat, 8 Mei 2026 dini hari, masuk Asrama Haji pada 9 Mei, dan terbang ke Tanah Suci pada 10 Mei 2026.
Baca juga: Para Camat Bireuen Kenakan Pakaian Kebesaran Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30, Ini Pesan Mendagri
Sementara Kloter 8 BTJ berjumlah 212 jamaah bergabung dengan jamaah Gayo Lues dan Aceh Besar, berangkat ke Banda Aceh pada Selasa, 12 Mei 2026, masuk asrama haji siang hari, dan terbang ke Tanah Suci pada Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis berharap keberangkatan para jamaah menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa seluruh jamaah telah menyelesaikan rangkaian manasik haji di tingkat kecamatan dan kabupaten sesuai ketentuan.
Baca juga: Jalan Elak Geudong Bireuen Berlubang, Membahayakan Pengendara
Bupati juga menekankan makna peusijuk sebagai tradisi luhur masyarakat Aceh yang mencerminkan rasa syukur serta doa agar jamaah diberikan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran dalam menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Selain itu, ia berpesan agar seluruh jamaah menjaga kondisi fisik sebelum keberangkatan.
Menurutnya, ibadah haji merupakan ibadah fisik yang berat sehingga jamaah diminta menjaga pola makan dan istirahat, rutin berolahraga ringan, melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, serta memastikan seluruh vaksinasi dan administrasi kesehatan telah terpenuhi.
Kondisi fisik yang prima, kata dia, menjadi modal utama agar jamaah mampu menghadapi perbedaan cuaca ekstrem di Arab Saudi dan menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk.
Baca juga: CJH Aceh Tempati Kamar Setara Hotel Bintang 3 di Asrama Haji