Konektivitas Pariwisata di NTB Kini Semakin Mudah dengan Layanan Transportasi KSPN
Idham Khalid April 27, 2026 06:07 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Salah satu misi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di masa kepemimpinannya ini meningkatkan konektivitas. Langkah ini mulai terlihat dengan hadirnya layanan transportasi menuju kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) di Lombok. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dishub NTB), Ervan Anwar mengatakan, layanan transportasi ini merupakan program dari Kementerian Perhubungan dengan menggandeng pihak ketiga. 

"Ini menunjukkan program Gubernur selaras dengan program pemerintah pusat terkait dengan konektivitas dalam mendukung program pariwisata yang berkelanjutan di NTB," kata Ervan kepada, Senin (27/4/2026). 

Saat ini rute yang dilayani angkutan khusus KSPN ini ada tiga yakni Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (Bizam) - Terminal Pancor - Kawasan Wisata Sembalun dengan tarif Rp 20.700.

Baca juga: Dorong Pariwisata Berkelanjutan, ITDC Tanam 15.000 Mangrove di Mandalika

Rute kedua Terminal Mandalika - Pantai Senggigi - Pelabuhan Bangsal - Sembalun dengan tarif Rp 25.600. Kemudian rute ketiga Taman Narmada - Terminal Mandalika - Pelabuhan Lembar - Pelabuhan Tawun Sekotong dengan tarif Rp10.700.

Ervan mengatakan, ke depan pemerintah juga berencana menambah rute baru yang menghubungkan wisata yang lain di NTB, dengan harapan semua destinasi bisa terjangkau oleh wisatawan yang datang ke NTB. 

"Kita juga melihat sejauh mana pemenuhan kebutuhan wisatawan, dan atas usulan juga dari kabupaten kota. Pemprov bersama BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) akan menganalisa itu (penambahan rute baru)," ujarnya. 

Selain jalur darat, Pemprov NTB juga menyiapkan layanan transportasi udara menggunakan seaplane (pesawat amfibi) yang menghubungkan beberapa tempat wisata. 

Saat ini progres dari layanan transportasi masih pada tahap pengurusan izin seperti izin pemanfaatan Bendungan Batujai di Kementerian Pekerjaan Umum, analisis dampak lingkungan (Amdal) dan lainnya. 

"Kita urus izin dulu sehingga nanti layak beroperasi," pungkas Ervan. 

Ia berharap tahun ini layanan transportasi ini bisa beroperasi, sehingga ke depan jika ada wisatawan yang ingin menuju ke tempat wisata seperti pulau-pulau kecil di NTB bisa di layani.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.