SURYA.CO.ID, KOTA MOJOKERTO - Ratusan petani di Kota Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), semakin dimanjakan dengan program pelatihan tanaman pangan dan hortikultura dari Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.
Pelatihan ini menyasar 75 petani padi dan 50 petani jeruk di 18 kelurahan di Kota Mojokerto, dengan harapan dapat semakin menguatkan ketahanan pangan di Kota Onde-onde tersebut.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita, mengatakan jika pelatihan yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) itu diikuti oleh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kota Mojokerto.
"Ketahanan pangan prioritas Bapak Presiden Prabowo, sehingga semua daerah termasuk kota tetap wajib ikut mendukung program tersebut," ujar Ning Ita, Senin (27/4/2026).
Ning Ita menjelaskan, keseriusan Pemkot Mojokerto dalam mendukung program ketahanan pangan dibuktikan melalui intervensi program Luas Tambah Tanam (LTT) dan pendampingan pertanian.
Dampak dari program tersebut, diyakini mampu meningkatkan produktivitas hasil panen para petani.
"Kalau sebelumnya hasil panen dikisaran 6,5 ton per hektare, dan Alhamdulillah sekarang beberapa kali panen mulai tahun 2025 kemarin sudah meningkat menjadi 8,2 ton per hektar," bebernya.
Pemkot Mojokerto juga telah menyalurkan berbagai bantuan kepada petani, seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), subsidi pupuk, pestisida dan lainnya.
Selain itu, pelatihan hortikultura diberikan untuk menunjang sektor pertanian dengan pariwisata di bantaran Sungai Ngotok, kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
"Kami terus berkomitmen membuat event-event di wilayah barat, tolong kesempatan itu dimanfaatkan semaksimal mungkin," pungkas Wali Kota Ning Ita.
Kepala DKPP Kota Mojokerto, Novi Rahardjo, mengkonfirmasi bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program penyuluhan pertanian.
Pelatihan menghadirkan pemateri yang membahas strategi pengembangan tanaman pangan, hortikultura perkotaan hingga antisipasi dan mitigasi hidrometeorologi.
Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 27 dan 30 April 2026.
"Kami juga akan memberikan Support (Petani) mulai dari Rodentisida, insektisida, bibit cabai, gandasil dan beberapa penangkal hama lainnya," tukasnya.