TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ribuan suporter setia Persija Jakarta, The Jakmania, tetap memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, saat Macan Kemayoran menjamu Persis Solo pada laga pekan ke-30 Super League 2025/2026, Senin (27/4/2026).
Meski riuh dukungan tetap menggema, atmosfer di tribun terasa berbeda. Jumlah penonton yang hadir terlihat tidak sebanyak laga kandang sebelumnya.
Menipisnya peluang juara serta jadwal pertandingan yang jatuh pada hari kerja (weekdays) disinyalir menjadi penyebab berkurangnya antusiasme massa di stadion.
Di tengah jalannya pertandingan, luapan kekecewaan suporter tampak nyata melalui deretan spanduk yang membentang di Tribun Timur SUGBK. Jakmania meluapkan keresahan mereka melalui tulisan-tulisan menohok yang menyasar mentalitas tim, seperti:
Tak hanya performa skuat, sosok pelatih Mauricio Souza juga berada dalam bidikan utama.
Sebuah spanduk dengan pesan tajam terlihat membentang: “Angkat Kaki Sekarang Juga Bila Sudah Tidak Yakin Juara”.
Ini menjadi sinyal keras bagi sang juru taktik di tengah krusialnya sisa musim bagi Macan Kemayoran.
Baca juga: Samakan Poin di Pekan 29, Borneo FC Kirim Pesan Serius ke Persib di Momen Kritis
Walaupun kritik tajam menghiasi sudut stadion, dukungan kepada Rizky Ridho dkk tetap mengalir deras.
Ribuan Jakmania terpantau terus bernyanyi dan memberikan semangat sepanjang laga, membuktikan bahwa kritik tersebut merupakan bentuk cinta agar tim segera bangkit.
Di sisi lain, Persis Solo juga mendapat dukungan langsung dari suporternya yang memadati Tribun Selatan dengan atribut serba hitam, memberikan warna kontras sekaligus tekanan bagi tuan rumah.
Laga pekan ke-30 ini memang menjadi pertaruhan harga diri.
Persija Jakarta berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 59 poin, tertinggal tujuh angka dari Persib Bandung dan Borneo FC yang memimpin di posisi puncak dengan 66 poin.
Kemenangan menjadi target wajib demi menjaga peluang juara.
Sementara itu, Persis Solo yang berada di posisi ke-15 juga mengincar poin penuh untuk menjauh dari kejaran Madura United di ambang zona degradasi.