Profil Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup yang Baru Dilantik Prabowo, Diantar Rocky Gerung
Pipit Maulidya April 27, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah rekam jejak Jumhur Hidayat, Menteri Lingkunagn Hidup yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, menggantikan hanif Faisol.

Dalam pelantikan yang digelar di Istana Negara, Prabowo melantik sejumlah pejabat baru untuk memperkuat kinerja pemerintahan.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Jumhur Hidayat. Ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Sementara Hanif Faisol kini dirotasi menjadi Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) bidang Pangan.

Menariknya, sebelum prosesi pelantikan dimulai, Jumhur tampak hadir dengan pengawalan dua tokoh kritis, yakni Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan.

Kehadiran keduanya sontak mencuri perhatian publik di tengah dinamika reshuffle kabinet kali ini.

Profil Jumhur Hidayat

Nama Jumhur Hidayat bukan sosok baru dalam dunia pergerakan dan politik nasional.

Lahir di Bandung pada 18 Februari 1968, ia dikenal sebagai aktivis yang konsisten menyuarakan isu sosial sejak masa mahasiswa. Berikut perjalanan kariernya:

1. Aktivis ITB dan Pernah Dipenjara

Saat menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumhur aktif mengkritisi kebijakan pemerintah.

Pada 1989, ia sempat dipenjara akibat keterlibatannya dalam aksi penolakan terhadap Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini.

Selain aktivis pergerakan, Jumhur Hidayat juga dikenal sebagai tokoh pembela buruh.

2. Terjun ke Politik Pasca-Reformasi

Setelah era reformasi, Jumhur masuk ke dunia politik melalui Partai Daulat Rakyat (PDR) pada Pemilu 1999 dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

jumhur Hidayat juga berperan dalam pembentukan Partai Sarikat Indonesia pada 2002.

3. Kepala BNP2TKI (2007–2014)

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Jumhur dipercaya memimpin Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) selama tujuh tahun.

4. Diberhentikan pada 2014

Pada 11 Maret 2014, Presiden SBY memberhentikannya dari jabatan tersebut dengan alasan penyegaran organisasi, meskipun saat itu muncul berbagai spekulasi politik.

Baca juga: Daftar Menteri, Wakil Menteri dan Pejabat Baru di Kabinet Prabowo, Dudung Abdurachman Resmi Dilantik

Fokus Jumhur di Kementerian Lingkungan Hidup

Meski sebelumnya mengaku belum mengetahui posisi yang akan diembannya, Jumhur menyatakan telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk Kementerian Lingkungan Hidup.

Penunjukannya di era Prabowo Subianto diharapkan membawa perspektif baru, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan pengendalian polusi, mengingat latar belakangnya sebagai aktivis lapangan.

usai dilantik, Jumhur mengaku ada banyak PR yang harus ia kerjakan.

"Alhamdulillah, saya barusan ditetapkan, dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup, pasti banyak hal yang harus dilakukan, di depan mata kita," kata Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) ini usai pelantikan, Senin.

"Misalnya, sampah, juga nanti secara bertahap mengikuti global standard, berbagai perjanjian internasional yang akan kita kerjakan itu," jelas Jumhur.

"Mudah-mudahan dengan dukungan dari Bapak Presiden yang punya komitmen begitu kuat dalam lingkungan hidup ini, maka saya yakin dan aparat di Kementerian Lingkungan Hidup akan melaksanakan yang terbaik," terang Jumhur.

Jumhur pun memohon doa agar masyarakat Indonesia mau bekerjasama dengan pemerintah menangani masalah lingkungan hidup.

"Doakan saya, bantu saya untuk berkampanye memastikan lingkungan hidup menjadi habits [kebiasaan] di hati kita," tutur Jumhur.

"Habits of our heart tentang lingkungan hidup. Kalau itu terjadi, insyaallah dampaknya akan semakin baik ke depan bagi masyarakat Indonesia."

Selain Jumhur, Presiden Prabowo juga melantik beberapa pejabat lain untuk mengisi posisi strategis.

Total terdapat enam pejabat yang dilantik dalam reshuffle kali ini guna memperkuat sektor-sektor krusial pemerintahan.

1.Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH).

2. Hanif Faisol Nurofiq: Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

3. Dudung Abdurachman: Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

4. Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

5. Abdul Kadir Karding diangkat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin).

6. Muhammad Qodari dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.