SURYA.CO.ID BALI - Persiapan Persebaya Surabaya jelang Derbi Jatim menghadapi Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (28/4/2026), sempat terganggu.
Rombongan tim harus menunggu lebih dari satu jam di Bandara I Gusti Ngurah Rai karena bus panitia pelaksana tidak kunjung datang.
Informasi itu diungkap oleh akun Instagram PersebayaFans27.
Akun ini menjelaskan bahwa setelah mendarat di Bali, pemain dan ofisial Persebaya terlihat duduk di area bandara dengan wajah lelah.
Bus yang dijanjikan panpel terlambat datang, membuat tim akhirnya memilih menggunakan taksi menuju lapangan latihan.
Baca juga: Daftar Pemain Kunci Absen Di Derbi Jatim Arema vs Persebaya Surabaya
“Bus panpel Arema terlambat 1 jam lebih, Persebaya naik taksi ke lapangan latihan.”
Foto yang ditampilkan memperlihatkan kondisi rombongan yang menunggu di bawah area teduh.
Akibat keterlambatan ini, konferensi pers tim Persebaya yang seharusnya digelar langsung di Bali akhirnya dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom.
Situasi tersebut menambah catatan unik dalam persiapan menjelang laga klasik.
Hingga kini, baik Arema FC maupun Persebaya belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Suporter Bonek merespons unggahan tersebut dengan nada kecewa. Mereka menilai kejadian ini sebagai bentuk kurang profesional dalam mengatur logistik pertandingan besar.
Baca juga: Derbi Jatim Arema vs Persebaya, Catatan Rivalitas Memanas Bajol Ijo Dominan
Untuk diketahui, derbi Jatim memang selalu sarat tensi, bukan hanya di lapangan tetapi juga dalam hal non-teknis.
Sebelumnya, derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (28/4/2026), dipastikan berlangsung sengit.
Kedua tim membawa modal berbeda, namun sama-sama berambisi meraih tiga poin.
Persebaya datang dengan kepercayaan diri setelah menumbangkan Malut United dengan skor 0-2. Gol Milos Raickovic dan Francisco Rivera menjadi penentu kemenangan sekaligus mengembalikan senyum di ruang ganti Bajol Ijo.
Pelatih Bernardo Tavares menilai kemenangan itu hasil kerja keras kolektif.
Baca juga: Arema FC Siap Balas Dendam Lawan Persebaya, Tekad Akhiri Kutukan 10 Pertemuan
“Kami sudah tahu ini akan menjadi laga sulit. Malut adalah tim dengan kualitas individu bagus. Kami harus bekerja keras sepanjang pertandingan,” katanya sebelum berangkat ke Bali.
Meski demikian, performa Persebaya belum sepenuhnya konsisten. Dalam empat laga terakhir, mereka mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan.
Absennya beberapa pemain kunci seperti Ernando Ari, Pedro Matos, dan Bruno Moreira menjadi tantangan tersendiri. Tavares menegaskan bahwa tim harus tetap fokus meski kehilangan pilar utama.