TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Upaya membentuk generasi muda berkarakter terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satunya dengan menggelar Kemah Karakter Kebangsaan Angkatan I Tahun 2026 bagi siswa jenjang SMP yang resmi dibuka pada 27 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiyono, mengungkapkan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang kini marak terjadi di kalangan pelajar.
“Fenomena pelanggaran hukum, kekerasan, perundungan, hingga konflik dengan hukum yang melibatkan anak usia SMP menjadi perhatian serius. Karena itu, Kemah Karakter Kebangsaan ini hadir sebagai bentuk pembinaan yang lebih terarah,” ujarnya.
Wisnu melanjutkan Kegiatan ini merupakan program prioritas Bupati Magelang yang selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Magelang yang aman, nyaman, religius, unggul, dan sejahtera (Anyar Gress). Selain itu, program ini juga mendukung misi pembangunan sumber daya manusia yang berpendidikan, berbudaya, berkarakter, dan berdaya saing.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Resimen Induk Kodam (Rindam) IV Diponegoro sebagai mitra strategis. Wisnu Argo menyampaikan apresiasi kepada Komandan Rindam IV Diponegoro, Brigadir Jenderal Hindratno Devidanto, yang telah bersedia menjadikan Rindam sebagai “kawah candradimuka” bagi para peserta.
Pada pelaksanaan kali ini, lanjut Wisnu, sebanyak 100 siswa laki-laki yang mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai SMP negeri dan swasta di Kabupaten Magelang. Mereka akan mengikuti kegiatan selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026, para peserta akan mendapatkan pembinaan intensif dari instruktur Rindam serta tenaga profesional lainnya.
“Peserta yang hadir di sini adalah siswa-siswa yang ditunjuk oleh pihak sekolah. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berkembang,” kata Wisnu.
Wisnu membeberkan materi yang diberikan dalam kemah ini mencakup pembentukan karakter dasar seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta cinta tanah air. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif, reflektif, dan berorientasi pada pemulihan (recovery), sehingga diharapkan mampu menyentuh aspek mental dan emosional peserta.
Lebih lanjut, Wisnu Argo berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan. Ia berharap pengalaman selama kemah dapat menjadi titik balik bagi para siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
“Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk membangun kebiasaan baik dan memperkuat karakter diri. Apa yang kalian pelajari di sini akan sangat berguna bagi masa depan,” pungkasnya.