SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Ungkapan "rezeki tidak akan tertukar" mewujud nyata dalam perjalanan spiritual tiga pria paruh baya asal Palembang: Hermanto (53), Karmanto (53), dan Suharto (52). Ketiganya kini tengah menanti momen bersejarah sebagai jemaah calon haji Kloter 5 Embarkasi Palembang yang berangkat ke Tanah Suci berkat kebaikan hati pemilik Toko Nasional, tempat mereka mengabdi selama puluhan tahun.
Di kalangan rekan jemaah, mereka akrab dijuluki "Trio To" karena kesamaan akhiran nama mereka.
Penantian panjang yang dimulai sejak pendaftaran tahun 2013 ini akhirnya berbuah manis di musim haji 2026.
Kesetiaan Dibalas Ketulusan
Hermanto, warga Jalan Karya Baru, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.
Meski ia dan Suharto telah memasuki masa purnabakti (pensiun) sejak 2019, sang pemilik toko yang berlokasi di kawasan Jalan Tengkuruk Permai tetap memegang teguh komitmen untuk memberangkatkan mereka.
"Alhamdulillah, bos sangat luar biasa. Walaupun kami sudah tidak aktif bekerja, beliau tetap menepati janjinya. Beliau sosok yang sangat perhatian dan selalu menanamkan nilai ibadah kepada kami," ujar Hermanto saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Palembang, Senin (27/4/2026).
Kebaikan pemilik toko ini ternyata bukan cerita baru. Tercatat sudah 13 karyawan yang dibantu menunaikan ibadah haji, dengan "Trio To" sebagai kelompok terakhir.
Sang pemilik toko menanggung seluruh biaya, mulai dari setoran awal hingga pelunasan sebesar Rp56 juta per orang, bahkan memperhatikan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.
Melewati Penantian Panjang
Perjalanan menuju Tanah Suci ini membutuhkan kesabaran ekstra, terutama setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Ketiganya sempat merasa cemas karena nama mereka tak kunjung muncul dalam daftar keberangkatan meski sudah mengikuti manasik.
"Sempat down karena sudah dua kali manasik tapi nama belum muncul. Namun, awal 2026 kabar baik itu datang. Setelah berkoordinasi dengan pihak Kemenag, prosedur kami dinyatakan selesai dan siap berangkat," jelas Karmanto yang saat ini masih aktif bekerja sebagai pengemudi (driver) di toko tersebut.
Kini, "Trio To" fokus menjaga kesehatan fisik dan mental untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Mereka berharap dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan mendoakan sang pemberi kebaikan senantiasa diberikan keberkahan.
"Harapan kami tidak muluk-muluk, semoga ibu (pemilik toko) sehat selalu dan mendapat balasan atas kebaikan yang tak terhingga ini," tutur Suharto penuh haru.
Baca juga: Sakit Hati Sering Diejek, Pemuda di OKI Tega Habisi Nyawa Bocah 12 Tahun dan Gasak Motor Korban