Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah saksi terkait dua pekerja rumah tangga (PRT) yang melompat dari lantai empat rumah kos di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
"Pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi antara lain pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur dan saksi-saksi lainnya termasuk juga korban yang selamat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Senin.
Budi juga menyebutkan telah melakukan pengamanan CCTV, visum, dan autopsi terhadap korban meninggal.
"Adapun soal informasi adanya pihak yang diamankan, saat ini masih dalam proses pendalaman dan akan kami sampaikan lebih lanjut secara resmi sesuai perkembangan penyidikan," katanya.
Budi juga mengatakan pihaknya masih mendalami dugaan tindak pidana yang ada, dengan pasal yang diterapkan antara lain terkait penyekapan, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi terhadap anak.
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat menyelidiki dugaan tindak pidana dalam kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang melompat dari lantai empat rumah kos di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
"Kami sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana yang terjadi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4).
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kasus ini masih didalami oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan belum sepenuhnya diambil alih Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
"Masih gabungan, Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya," katanya dalam keterangannya Jumat.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat mendalami kasus meninggalnya seorang pegawai rumah tangga (PRT) akibat lompat dari lantai 4 sebuah rumah kos di Bendungan Hilir (Benhil).
"Informasi sementara, orang itu katanya tidak betah. Terus kabur dengan cara melompat," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4).





